Pamit, Hooq Tutup Layanannya di Indonesia 30 April

Pamit, Hooq Tutup Layanannya di Indonesia 30 April 2020

Hooq merupakan layanan Video On Demand (VOD) yang tak hanya berjalan di Indonesia tapi juga di beberapa negara di Asia. Sejak peluncurannya di Indonesia pada April 2016, Hooq dalam waktu enam bulan dapat menggaet sejuta pelanggan di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Hooq akan menutup layanannya 30 April 2020. Guntur Siboro selaku Head of Hooq Indonesia mengatakan penutupan tersebut dikarenakan para pemegang saham Hooq sudah melakukan pengajuan likuidasi di Singapura pada 27 Maret lalu.

[ Baca Juga: Perusahaan Teknologi Asal China Ciptakan Kacamata Deteksi Virus Corona ]

Hooq merupakan hasil kerjasama Sony Pictures, Warners Bros dan Singtel. Dan Singtel sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 76,5 persen memutuskan untuk melikuiditas perusahaan.

Selain itu, perusahaan belum mampu tumbuh secara memadai untuk memberikan pengembalian modal yang berkelanjutan. Biaya operasional yang terus meningkat juga tidak mampu ditutupi.

Meskipun hingga Januari 2020, pihak Hooq mengkalim bahwa sudah ada sebanyak 80 juta pengguna dari beberapa negara di Asia seperti, Filipina, Thailand, India, Singapura serta Indonesia.

Dikutip dari GNFI, setelah tanggal 30 April 2020 nanti, pelanggan Hooq tidak akan lagi dibebankan biaya. Begitu pula dengan pengguna baru yang tidak dapat lagi mendaftar.

Kabar Hooq akan tutup layanannya pun diinformasikan oleh akun resmi Instagram Hooq Indonesia @hooq.id yang memposting foto perpisahan.

Tags: Aplikasi, Hooq, Teknologi, Tutup, VOD

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares