Ternyata Begini Proses Pembuatan Makanan di Pesawat, Pantas Kadang Rasanya Tak Enak!

Berlibur dengan menggunakan pesawat biasanya satu paket dengan pesan makanan. Ternyata dibalik makanan katering di dalam pesawat ada rahasianya loh. Saat melakukan penerbangan, awak kabin biasanya akan menyajikan makanan untuk para penumpang.

Namun, tahukah kamu jika kita perhatikan dan rasakan makanan di pesawat itu tidak ada yang enak rasanya, kenapa ya? Seperti yang dilansir oleh SUKITA ID, inilah informasi selengkapnya tentang proses pembuatan makanan katering di dalam pesawat.

Jika penerbangan menempuh waktu kurang dari 2 jam, penumpang hanya peroleh snack atau makanan ringan berupa roti dan air mineral. Sedangkan untuk penerbangan dengan jarak tempuh lebih panjang, pihak maskapai akan menyediakan menu makanan berat seperti nasi, mie goreng, atau sandwich.

Makanan di pesawat pun disajikan dengan cepat dan praktis. Hebatnya lagi, menu makanan tanpa pengawet tersebut tetap terjaga dengan rapih di atas ketinggian ribuan kaki. Lalu, yang jadi pertanyaan, bagaimanakah proses pembuatan makanan di pesawat?
(Foto: news.com)

Ternyata, pengolahan makanan di pesawat melalui proses panjang dan rumit. Setiap katering penyedia makanan di pesawat harus teliti dalam memilih bahan makanan dan menjaga kebersihan, namun katering makanan pesawat dibuat sesuai dengan standar khusus mulai dari resepnya, sampai konsistensi bumbunya.

Untuk permudah pengiriman olahan makanan ke dalam pesawat, katering penyedia jasa makanan biasanya berada di area dekat bandara. Berikut beberapa tahapan yang harus dilewati katering penyedia makanan di pesawat saat mengolah makanan:

Bahan makanan dipisahkan dan disimpan secara khusus sesuai dengan jenis bahannya.

Sebelum mengolahnya menjadi makanan, bahan-bahan dipisahkan sesuai jenisnya, sayur dan buah-buahan diletakkan dalam gudang khusus penyimpanan bahan nabati. Sebaliknya, untuk bahan makanan hewani, disimpan dalam gudang tersendiri. Hal ini dimaksudkan agar bahan makanan tidak terkontaminasi dengan bakteri-bakteri yang ada.

Setelah dipisahkan, sayuran dan buah-buahan tersebut kemudian dikeringkan dan disimpan dalam rak besar. Supaya lebih higienis, sayur dan buah dibungkus menggunakan plastik transparan.

Hal serupa pun berlaku untuk penyimpanan bahan makanan hewani. Daging sapi, ayam, seafood, dan bahan hewani lainnya dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibungkus dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

Karyawan pengolah makanan penerbangan pun harus menjaga kesterilannya

Kebersihan makanan yang disajikan benar-benar sangat dijaga. Untuk itulah, setiap karyawan yang berada di dapur pengolahan makanan harus mengenakan sarung tangan, baju khusus memasak, penutup mulut, dan penutup kepala. Dengan demikian, bakteri atau kuman-kuman dari luar tidak akan terbawa ke dalam ruang memasak.

Makanan dimasak dalam jumlah besar

Chef-chef yang bertugas mengolah makanan, memasaknya dalam skala yang besar. Nasi goreng, roti, nasi lemak, bihun goreng, atau pun menu lainnya diolah dalam jumlah yang besar. Makanan tersebut diolah 10 jam sebelum keberangkatan pesawat dengan teknik dimasak sebagian kemudian didinginkan.

Ribetnya lagi, para chef harus menemukan rasa yang pas dan enak. Hal ini cukup sulit karena rasa makanan di dalam pesawat dipengaruhi oleh faktor ketinggian. Jika berada diketinggian tertentu, biasanya makanan akan mengalami perubahan rasa secara otomatis.

Suhu makanan harus diperhatikan

Tidak hanya bahan makanan segar yang jadi perhatian, penyimpanan suhu makanan pun harus diperioritaskan. Suhu makanan menjadi peranan terpenting agar makanan bisa disajikan kepada penumpang dengan keadaan baik.

QA HSE Manager Aerofood ACS, Nuryulianti, menjelaskan bahwa saat proses penyimpanan makanan, suhu makanan tidak boleh lebih dari 15 derajat. Selain itu, makanan yang sudah terbungkus tidak diperkenankan untuk terpapar sinar matahari lebih dari 45 menit. Pengaturan suhu dan paparan cahaya matahari harus diperhitungkan dengan saksama.

Tidak benar kalau sebelum disajikan, makanan di pesawat dihangatkan dalam microwave.

Jika ada yang beranggapan bahwa makanan di dalam pesawat dihangatkan di dalam microwave, ternyata anggapan itu tidak benar. Karena, di dalam pesawat tidak tersedia microwave.

Jadi, setelah selesai dimasak, makanan kemudian dibawa ke pesawat dan disimpan ke rak khusus. Selama penerbangan, rak ini dipindahkan ke oven panas. Makanan pun kemudian dimasukkan ke dalam oven sekitar 20 menit sebelum ditempatkan ke nampan dan dibagikan kepada penumpang.

Sumber: Phinemo

#KateringPesawat
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Katering Pesawat, Proses Pembuatannya, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 shares