Perluas Jaringan Transaksi Non Tunai Usaha Mikro, Visa Gandeng Cashlez

Pada tanggal 19 Juli 2018 lalu, PT Visa Worldwide Indonesia (Visa) mengumumkan kemitraan dengan Cashlez selaku startup penyedia layanan solusi pembayaran elektonik.

Berdasarkan informasi yang SUKITA ID ketahui, sejak bulan Maret 2018, Cashlez telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia sebagai penyelenggara teknologi finansial. Cashlez mendapatkan pendanaan senilai US$2juta (sekitar Rp 26 miliar) pada tanggal 12 Juli 2017. Pihak pemberi dana adalah Mandiri Capital Indonesia, Gan Kapital, dan entitas lain yang tidak disebutkan namanya.
(Foto : swa.co.id)

Cashlez sendiri adalah perusahaan pengembang payment gateway yang menyasar semua segmentasi bisnis mampu memberikan fitur yang dapat diterima semua merchant dengan metode pembayaran seperti kartu kredit/debit, e-commerce, dan pembayaran mobile lewat aplikasi Cashlez. Sedangkan, Visa merupakan salah satu perusahaan jaringan pembayaran terbesar di dunia.

Alasan Visa berkolaborasi dengan startup Cahlez guna memperluas penerimaan kartu pembayaran di sejumlah destinasi wisata populer di Indonesia, di antaranya Bali, Lombok, Yogyakarta-Solo, Surabaya-Malang, Medan, dan Bandung.
(Foto : cashlez.com)

Mereka akan mendistribusikan lima ribu perangkat mobile point of sale (m-Pos) kepada pelaku usaha mikro di sejumlah kota destinasi wisata populer untuk memudahkan mereka dalam menerima pembayaran elektronik yang cepat, aman, dan dapat diandalkan. Termasuk dengan pembayaran nirsentuh atau contactless. Distribusi dimulai pada bulan Juni 2018 hingga Mei 2019. Mereka berharap dapat mengurangi transaksi tunai termasuk di sektor usaha mikro serta mempermudah konsumen membayar dengan kartu Visa.

Perangkat m-Pos ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha untuk lebih mengembangkan bisnisnya. Karena dengan m-Pos mereka akan dapat menerima pembayaran kartu dari sekitar 17 juta wisatawan mancanegara yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun ini dan lebih dari 3 miliar kartu Visa di seluruh dunia.

Program ini dimulai sejak Juni 2018 dan diperkirakan akan selesai pada Mei 2019. Menargetkan pelaku usaha di sejumlah sektor seperti akomodasi, pusat kuliner, dan restoran, toko pakaian, toko kelontong, toko bebas bea masuk (duty free shop), wahana rekreasi, lounge, toko serba ada, supermarket, apotek, kafé, toko kerajinan tangan, spa kesehatan dan kecantikan, dan toko oleh-oleh lainnya.

Just for you information, sebelum bermitra dengan Cashlez, Visa sudah lebih dulu menjalin kemitraan dengan PT Pertamina (Persero) terkait sistem pembayaran menggunakan kartu Visa di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.

Sumber : cashlez

#VisadanCashlez
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Cashlez, Info Teknologi, Review, SUpayaKItaTAhu, Transaksi Non Tunai, Visa

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares