Pentingnya Mengingat Peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Tepat pada tanggal 28 April ini, diperingati sebagai World Day for Safety and Health at Work atau Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia.

Menurut informasi yang SUKITA ID dapatkan dari berbagai sumber, peringatan Hari K3 Sedunia ini memiliki misi untuk mempromosikan budaya K3 di lingkungan kerja yang diharapkan mampu mengurangi angka kematian akibat kecelakaan kerja setiap tahunnya.

Hari Peringatan Pekerja adalah kesempatan untuk menyoroti pencegahan banyak insiden kerja dan kesehatan yang buruk serta untuk mempromosikan kampanye dan organisasi serikat dalam perjuangan untuk perbaikan keselamatan kerja. Slogan untuk peringatan ini ‘Ingat yang telah mati – Berjuang untuk hidup’.

Hari peringatan Pekerja atau Hari Peringatan Pekerja Internasional berlangsung setiap tahun di seluruh dunia pada 28 April, merupakan hari internasional untuk mengenang serta aksi bagi tenaga kerja yang tewas, cacat, luka, atau dibuat tidak sehat oleh pekerjaan mereka.
(Foto: malahayati.ac.id)

Selama bertahun-tahun peringatan hari peristiwa Pekerja telah diselenggarakan di Amerika Utara, dan kemudian di seluruh dunia. Sejak tahun 1989, serikat pekerja di Amerika Utara, Asia, Eropa, dan Afrika telah menyelenggarakan acara pada 28 April.

Budaya keselamatan dan kesehatan kerja nasional adalah salah satu dimana hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat dihormati semua tingkat, dimana pemerintah, pengusaha, dan pekerja secara aktif berpartisipasi dalam menjamin lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui sistem hak, tanggung jawab yang ditetapkan dan tugas. Perioritas tertinggi adalah prinsip pencegahan.

Dari data International Labour Organization (ILO) menyebutkan 40% pekerja muda lebih berisiko mengalami kecelakaan kerja. Mengapa angka ini begitu tinggi? Pekerja muda seringkali terbilang baru di dunia kerja, dan belum berpengalaman menjaga keselamatan diri di lingkungan kerja. Mereka pun kurang memiliki akses atas pelatihan berkualitas untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Tanggal 28 April juga diakui oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan Konfederasi Serikat Perdagangan Internasional sebagai Hari Peringatan Pekerja Internasional. Pada tahun 1996 ICFTU memperingati Hari Peringatan Pekerja dan mulai mengatur tema tahunan.

Selama tahun 2001 ILO, bagian dari PBB, mengakui Hari Peringatan Pekerja dan mendeklarasikan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia dan pada tahun 2002 ILO mengumumkan bahwa 28 April harus menjadi hari resmi dalam sistem PBB.

Lingkungan kerja yang aman bagi pekerja muda merupakan skenario win-win solution bagi pengusaha, dan pekerja. Pekerja muda, dan pengusaha membutuhkan perangkat dan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran mengenai keamanan kerja, guna menciptakan budaya yang terus menerus mempromosikan tempat kerja yang terbebas dari kecelakaan serta penyakit akibat kerja.

Hari Peringatan Pekerja diakui sebagai hari nasional di banyak negara. Hari Peringatan Pekerja sekarang merupakan hari internasional mengingat pekerja tewas dalam insiden di tempat kerja, atau dengan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, dan setiap tahun pada 28 April, acara Hari Peringatan Pekerja diadakan di seluruh dunia.

Beberapa contoh termasuk kampanye aktif, dan acara kesadaran kerja. Acara-acara publik termasuk pidato, layanan keagamaan multi-iman, meletakkan karangan bunga, menanam pohon, monument pembukaan, pelepasan balon, meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu keselamatan kerja dan meletakkan sepatu kosong untuk melambangkan mereka yang telah meninggal di tempat kerja.

Sumber: kabarburuh

#SelamatHariKesehatandanKeselamatan Kerja(Internasional)
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Hari Ini, Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja Internasional, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares