Mengenal Sejarah Peringatan Hari Demokrasi Internasional di Indonesia

Tepat hari ini dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional, namun apa teman-teman SUKITA ID tahu Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar urutan ketiga di dunia, setelah India & Amerika Serikat.

Perayaan Hari Demokrasi Internasional memang tidak heboh, malah sebaliknya, cenderung diam-diam. Alasannya tidak banyak kalangan masyarakat yang tahu tentang hal ini, bahkan mungkin juga di kalangan eksponen demokrasi. Sejak kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia bereksperimen dengan tiga macam demokrasi :
(Foto : komunitasgurupkn.blogspot.com)
  • Demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin pada masa Presiden Soekarno
  • Demokrasi Pancasila pada masa Presiden Soeharto, dan
  • Kembali ke demokrasi liberal sejak tahun 1999 hingga saat ini.

Kita tidak perlu mengulangi penilaian atas berbagai kelemahan pengalaman demokrasi Indonesia pada masa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, karena ini telah masuk ke dalam lembaran sejarah yang relatif jauh dan tidak mungkin diperbaiki lagi. Berbeda dengan pengalaman demokrasi pada masa pasca Soeharto yang terus berlanjut sampai sekarang yang masih dapat diperbaiki dan disempurnakan agar dapat mendatangkan kehidupan lebih baik bagi warga Indonesia secara keseluruhan.

Pengalaman Indonesia dengan demokrasi kontemporer jelas tidak sepenuhnya menggembirakan. Eksplosi demokrasi menimbulkan berbagai akses yang membuat pemerintah tidak dapat menjalankan fungsinya secara efektif, baik di pusat maupun daerah. Fragmentasi politik diatasi membentuk koalisi berlapis-lapis. Di pusat dan daerah juga gagal membuat terciptanya suasana politik kondusif yang memungkinkan terciptanya pemerintahan yang baik dan efektif serta mampu menyelenggarakan program pembangunan secara maksimal.

Parahnya, demokrasi kini menjadi investasi politik yang kian mahal. Karena itu, pengembalian investasi politik mendorong mewabahnya berbagai bentuk korupsi di berbagai lembaga publik mulai dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bahkan, terdapat pejabat-pejabat publik yang seharusnya memberantas korupsi dan menegakkan hukum terlibat dalam tindakan manipulatif dan koruptif.

Kita boleh merayakan pesta demokrasi, tetapi agenda-agenda demokrasi yang efisien dan efektif sangat penting untuk dipertahakan. Penguatan demokrasi berorientasi terciptanya sistem dan iklim yang memungkinkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sumber : uinjkt

#SelamatHariDemokrasiInternasional
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Hari Demokrasi Interasional, Indonesia, Sejarah dan Peringatan, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares