Keindahan Kampung Adat Bena yang Kini Tinggal Kenangan

Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang masih banyak menyimpan peninggalan-peninggalan megalith dimana kehidupan dari masa zaman batu masih dapat kamu nikmati bersama dengan keramahan masyarakat setempat yang selalu ramah menyambut wisatawan yang datang.

Dengan kekayaan berbasis bahari, alam, dan budaya, Nusa Tenggara Timur wajib untuk kamu jelajahi keindahannya terutama kehidupan masyarakat tradisional setempat yang masih hidup dengan sangat sederhana menganut ajaran nenek moyang yang masih tetap dipertahankan hingga di zaman modern ini.

Flores, tidak hanya memiliki keindahan alam lautnya saja, namun juga budaya yang kaya. Salah satunya adalah kampung megalitikum yang dapat dijumpai di Desa Adat Bena, Bejawa. Kampung Bena terletak di Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, 19 km Selatan Bajawa. Berada di sebelah kaki Gunung Inerie, (2.245 mdpl) dengan jarak 17,5 km dari Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada.
(Foto : travel.kompas.com)

Keberadaannya di bawah gunung merupakan ciri khas masyarakat lama pemuja gunung sebagai tempat para dewa. Menurut penduduk kampung ini, mereka meyakini keberadaan Yeta, dewa yang bersinggasana di gunung ini yang melindungi kampung mereka.

Menurut perkiraan, Kampung Bena sudah ada sejak 1.200 tahun lalu. Sampai sekarang pola kehidupan dan budayanya tidak berubah banyak. Masyarakatnya masih memegang teguh kepercayaan zaman batu, peninggalan leluhur mereka. Kampung Bena tak tersentuh kemajuan teknologi.

Di Kampung Bena ini terlihat dengan adanya batu megalit yang terhampar di sepanjang pekarangan rumah. Konon, seperti dilansir zeeworlds.blogspot.co.id, peninggalan batu megalit yang disebut menhir dan kubur dolmen itu adalah perwujudan legenda nenek moyang mereka dari jaman pra sejarah. Raksasa bernama Dekhe yang membawa batu-batu gaib dari lereng Gunung Inerie ke Kampung Bena yang disebut cikal bakal nenek moyang mereka.

Dari segi struktural, kampung ini sangat rapi, terdapat lebih dari 40 rumah yang berhadap-hadapan. Pada era halaman tengah (kampung) terdapat ngadhu dan bhaga, simbol hubungan kekerabatan antara leluhur dan generasi itu sampai selamanya.

Ngadhu merupakan representasi nenek moyang laki-laki dari satu klen (suku). Diterangkan dalam travel.kompas.com, Ngadhu tersimbol dalam bentuk sebuah tiang kayu memanjang yang diukir dengan motif sawah, beratap alang-alang dan ijuk dengan dua tangan memegang parang dan tombak. Sedangkan Bhaga merupakan representasi nenek moyang perempuan dari sebuah suku.

Bangunan arsitektur Kampung Bena memiliki fungsi dan makna mendalam yang mengandung kearifan lokal. Masih relavan diterapkan masyarakat kini dalam pengelolaan lingkungan binaan yang ramah lingkungan. Hal inilah yang banyak menarik wisatawan mancanegara tertarik untuk datang.

Perlu diketahui, bahwa masyarakat Kampung Bena tidak mengeksploitasi lingkungan mereka membiarkan lahan pemukiman sesuai kontur asli tanah berbukit. Bentuk Kampung Bena menyerupai perahu karena menurut kepercayaan megalitik perahu dianggap punya kaitan dengan wahana bagi arwah yang menuju tempat tinggalnya.
(Foto : sportourism.id)

Nilai yang tercermin dari perahu ini adalah sifat kerjasama, gotong royong, dan mengisyaratkan kerja keras yang dicontohkan dari leluhur mereka dalam menaklukkan alam mengarungi lautan sampai tiba di Kampung Bena.

Kini, semua keindahan itu berubah setelah terjadi kebakaran hebat akibat konsleting listrik pada hari Senin (13/8) tiga minggu lalu. Puluhan rumah adat rata menjadi abu.
(Foto : travelingyuk.com)
Bahkan, kisah para pendahulu yang terpatri pada dinding kayu pun tak terbaca lagi. Kini hanya tinggal 6 rumah dan satu bangunan Rumah Baca yang masih tersisa.
(Foto : kupang.tribunnews.com)

Dapat disimpulkan sejarah Kampung Adat Bena tidak siap akan adanya perubahan baru seperti jaringan listrik yang belum lama dibangun oleh pemerintah setempat. Sudah sepatutnya kita melestarikan dan menjaga kekayaan tradisional dari cengkaraman modernisasi yang perlahan akan merusak nilainya.

Sumber : traveltodayindonesia, travelingyuk

#KampungAdatBenaFlores
#SUpayaKItaTAhu

Tag: , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share