Info Travel – Mengenal Ciri Khas Batik Sumatra

Info Travel Mengenal Ciri Khas Batik Sumatra

Hai pembaca setia SUKITA ID . Kali ini SUKITA ID mau tau dong jenis batik apa yang kamu suka hayo? Secara ya ini Indonesia negara yang paling kaya akan seni, budaya, dan adat-istiadat. Contohnya adalah jenis kain batik di Indonesia tak terhitung jumlahnya karena setiap daerah memiliki ciri khas batik sendiri. Kali ini SUKITA ID mau ngebahas mengenai motif batik yang berasal dari daerah Sumatra. Yuk kita mulai bahas satu-persatu.

Motif Batik Sumatra

Batik Riau
(Foto: google.co.id)

Batik Riau memiliki motif yang sangat unik berbentuk garis memanjang seperti tabir. Sehingga batik Riau lebih dikenal dengan sebutan batik tabir. Batik Riau menggunakan motif sulaman tekat, teknik ini ditengarai hampir punah saat ini, tradisi membatik di tanah Melayu Riau tidak seperti di Jawa yang tidak lupa soal membatik.

Batik Jambi
(Foto: google.co.id)

Batik Jambi menggunakan pewarna alami yaitu dari tanaman, buah-buahan, getah kayu, dan saga. Warna khas dari Batik Jambi yaitu, merah, kuning, biru, hitam. Motif batik Jambi yang sangat terkenal motif kapal sanggat, kuau berhias, durian pecah, merak ngeram, tampok manggis

Batik Padang
(Foto: google.co.id)

Batik tanah like (tanah liat) merupakan jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau. Motif batik Padang antara lain motif kaluak paku, motif pucuk rebung, motif rangkiang, dan lain-lain. Dahulu motif batik tanah like hanya digunakan pada acara-acara adat tertentu dan dipakai oleh para pemuka adat sedangkan sekarang sudah bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Batik Bengkulu
(Foto: google.co.id)

Kain Besurek memilki motif khas bernuansa kaligrafi Jambi dan Cirebon. Motif kain besurek bertuliskan huruf arab yang dapat dibaca, kain ini sangat sakral terutama pada upacara adat pengantin dan untuk menutupi mayat. Hingga saat ini kain ini tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Batik Aceh
(Foto: google.co.id)

Batik Aceh cenderung mengeluarkan warna-warna yang berani seperti merah, hijau, kuning, merah muda. Motif batik Aceh selalu melambangkan falsafah hidup masyarakat, seperti motif pintu menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah. Motif tolak angin melambangkan banyaknya ventilasi rumah adat yang berarti masyarakat Aceh cenderung menerima setiap perbedaan. Dan motif bunga jeumpa-bunga kantil melambangnkan banyaknya bunga tersebut di Aceh.

Batik Lampung
(Foto: google.co.id)

Banyaknya motif batik Lampung modifikasi yang bermunculan. Seperti motif gamolan, siger, kupu-kupu, dan gajah. Hal tersebut merupakan simbol dari perkembangan budaya yang diangkat dari akar budaya daerah masing-masing.

Batik Medan
(Foto: google.co.id)

Motif batik Medan disesuaikan dengan lima jenis etnis Batak  yang ada di Sumatera Utama, Mandailing, Tapanuli Utara (Toba), Simalungun, Karo, Pakpak Dairi, dan Tapanuli Tengah. Motif batik dari lima etnis Batak diantaranya ciri khas Batak Toba, dan motif Pani Patunda dari Simalungun. Selain itu, motif Melayu seperti puncuk rebung, semut beriringan, itik pulang petang.

Batik Palembang
(Foto: google.co.id)

Batik Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam yang tidak menggunakan gambar binatang dan manusia sebagai hiasan. Sebgaian besar motif batik Palembang adalah motif bunga teh yang kainnya dipenuhi gambar bunga teh dan motif lasem dihiasi dengan garis simetris sebagai simbol tanaman.

Nah, bagaimana motifnya bagus-bagus ya. Recomended banget nih kalo kamu jalan-jalan ke setiap daerah di Indonesia jangan lupa ya kamu beli ciri khas batik daerah tersebut. Selain kita bantu melestarikannya, kain batik tersebut juga bisa kita jait dijadikan celana atau baju untuk segala acara, ya kan?

#BatikSumatra
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Batik Sumatra, Budaya Indonesia, SUpayaKItaTAhu, Travelling

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share