Embun Es di Dieng, Jadi Daya Tarik Wisatawan Liburan ala Eropa

Saat ini dunia maya kembali dihebohkan dengan fenomena munculnya embun es di Bukit Sikunir, Desa Sembungan, Kejajar, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo.

Yups, kawasan wisata Dieng di Wonosobo tengah ramai dibicarakan karena salju. Pengelola Bukit Sikunir, Bukhori membenarkan kawasan Bukit Sikunir sempat diselimuti embun es hingga menyebabkan saluran-saluran air dari Telaga Cebong macet.

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, sempat mengunggah di media sosial sejumlah foto pemandangan embun beku di Dieng.

Kran air disebut sampai macet karena suhu beku di bawah 5 derajat Celcius.

Tentu hal ini bukan rahasia umum lagi, kalau suhu udara di Dieng bisa menurun tajam saat musim kemarau. Hal itu pun dibuktikan lewat hadirnya salju di sana selama beberapa hari belakangan.

Sedangkan menurut informasi dari Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, suhu udara di Dieng saat ini bahkan bisa mencapai hingga 0 derajat celcius. Tak heran kalau kondisi itu menyebabkan munculnya bunga es di pagi hari.

Kemunculan embun bekuĀ  ini bersamaan dengan dimulainya perhelatan akbar Dieng Culture Festival (DCF). Tak heran, jika Telaga Cebong dikelilingi puluhan wisatawan yang sebagian peserta DCF 2018.

Kawasan Telaga Cebong di lembah Bukit Sikunir selama ini menjadi spot favorit (camping ground) wisatawan untuk berkemah. Sebagian besar peserta DCF kali ini pun memutuskan untuk menginap di tenda ketimbang menyewa kamar homestay. Tetapi camping pada suhu beku menjadi tantangan tersendiri bagi para pengunjung. Karena, setebal apapun kain tenda tak mampu menghalangi angin dingin yang masuk hingga menusuk ke tulang.

Selain itu, kondisi tanaman kentang milik petani di Dieng semakin mengenaskan lantaran diterpa embun es berkali-kali. Tanaman kentang berusia di bawah 60 hari susah diharapkan hidup, apalagi panen kemudian.
(Foto : aceh.tribunnews.com)

Di wilayah dengan topografi berupa dataran tinggi seperti Dieng, suhu udara bisa mencapai 0 derajat yang bisa memicu uap air atau embun menjadi beku. Masyarakat Jawa mengenalnya dengan istilah Musim Bediding, yakni terjadi perubahan signifikan suhu di musim kemarau.

BMKG memperkirakan cuaca Dataran Tinggi Dieng antara 3-5 Agustus 2018, atau bersamaan dengan perhelatan Dieng Culture Festival cenderung normal. Suhu terdingin terjadi pada Jumat dinihari. (3/8) dengan suhu berkisar di bawah 16 derajat Celcius.

Lalu, bagaimana dengan wisatawan yang datang berwisata di Dieng? Rupanya udara Dieng yang dingin tidak mengusir wisatawan, malah mengundang rasa penasaran wisatawan untuk datang.

Secara umum, Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau, khususnya daerah Dieng. Secara Klimatologis, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juli dan Agustus, bersamaan dengan menguatnya angin timuran.

Hal inilah yang membuat suhu Dieng berubah menjadi beku layaknya suhu musim dingin negara bagian Eropa. Adakah teman-teman SUKITA ID yang sudah pernah mengunjungi wisata Dieng di bulan Juli-Agustus ini?

Sumber : tribun, detik

#SuhuBekuDieng
#SUpayaKItaTAhu

Tags: -0 Derajat Celcius, Info Travel, Pesona Indonesia, Suhu Dieng, SUpayaKItaTAhu, Wisata Jawa Tengah

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 shares