Cerita Menarik Pemuda Indonesia yang Bekerja di Google, Penasaran?

Seperti yang kita ketahui, Google menempati posisi teratas sebagai daftar perusahaan paling kaya di dunia beberapa tahun terakhir ini. Selain digunakan untuk mengembangkan produk, sebagian kekayaan itu dibelanjakan buat kesejahteraan 55 ribu karyawannya. WAW pantas saja banyak orang berlomba-lomba untuk kerja di sini ya, meskipun banyak juga yang gagal.

Di antara mereka, ada beberapa pemuda dari Indonesia yang beruntung bisa bekerja di perusahaan raksasa teknologi tersebut. Tak banyak orang bisa bekerja di Google, perusahaan yang memiliki standar sangat tinggi dalam hal perekrutan karyawan.

Maka tepuk tangan dan rasa banggalah yang bisa kita ucapkan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang mampu taklukkan Google dengan kecerdasan yang mereka miliki. Seperti yang dialami oleh Hamdanil Rasyid, pemuda asal Riau ini sudah bekerja cukup lama di Google, sebagai IT Payments.

Menurut sumber yang SUKITA ID dapatkan dari detik, Hamdanil menuturkan kisah dan pengalamannya selama berada di Mountain View, Amerika Serikat.

“Hampir 5 tahun kerja di sini. Saya sekarang di tim payments. Beli sesuatu di Google kan usernya bayar tuh, nah yang bikin sistem pembayaran dari tim saya”.

Sebelum bekerja di sini Hamdanil pernah bekerja di sebuah perusahaan Singapura. Pada dasarnya dia memang menyukai bidang pemrograman, Hamdanil merasa tak terbebani bekerja di Google karena sesuai bidangnya. Selain itu, bekerja di Google istilahnya santai tapi serius.

“Mau datang jam berapa, cara kerjanya gimana, kerja sama siapa itu gak dipermasalahkan. Jadi kita lebih independen lah,” terangnya.

Perhatian juga diberikan untuk transportasi, Google lebih memilih menyediakan transportasi sepeda pancal untuk mobilitas karyawannya. Ratusan sepeda yang berwarna kuning, hijau, dan biru tersedia di setiap pusat keramaian.

Karyawan dan tamu bebas memakainya sesuka hati. Jika sepeda rusak, ada teknisi khusus yang memperbaikinya. Tak hanya memenuhi kebutuhan jasmani, aneka program juga dirancang oleh Google maupun inisiatif karyawan sendiri untuk memuaskan kebutuhan rohani. Seperti halnya jika tak punya akses internet, info dinding di dekat pintu lift bisa menjadi panduannya.

Atas semua fasilitas itu, tidak ada jam kerja pasti bagi karyawan Google. Mereka bisa masuk Cuma satu jam, bahkan tidak masuk pun tak dipermasalahkan. Sementara untuk proses, Google percaya penuh kepada karyawan dan manajernya.
(Foto: bikinkantor.com)

Sedangkan hak cuti dijatah 15 hari untuk karyawan yang bekerja kurang dari tiga tahun. Jika masa kerja di atas tiga tahun, karyawan boleh cuti sampai 30 hari. Jumlah cuti yang lebih besar di dapat jika karyawan dikaruniai buah hati. Sang ayah, jika karyawan Google, boleh off sampai tiga bulan.

Sedangkan karyawan wanita yang melahirkan diberi hak cuti sampai enam bulan. Di luar hak libur, karyawan juga boleh off tanpa dihitung cuti jika sakit mendadak seperti flu, menjaga keluarga inti yang sedang sakit, atau ada keperluan yang dianggap penting lainnya dengan seizin manajer.

Bagaimana dengan gajinya? Seperti yang sudah kita ketahui gaji karyawan Google bisa mencapai 2 dan tiga digit per bulannya. Seperti gaji pokok, saham perusahaan, dan bonus bisa kamu dapatkan hanya di Google. Dari tiga unsur tersebut, hasil dari penjualan saham dominan. Sedangkan gaji tetap, dan besar bonus menyesuaikan performa karyawan yang bersangkutan.

Berbeda dengan perusahaan yang ada di Indonesia, Google tidak memberikan tunjangan anak dan istri. Mengingat bahwa uang memang sangat penting dan gaji dari Google cukup buat memenuhi kebutuhan hidup standar plus menabung.

Menariknya, banyak karyawan Google yang tidak ingin pindah ke perusahaan lain ternyata alasannya bukan di gaji, tetapi internal supporting Google yang membuat karyawan betah bertahun-tahun mengabdi bekerja di kantor pusat Google.

Seperti yang sudah disebutkan, banyak yang ingin bekerja di Google, namun yang diterima sangat sedikit sekali karena seleksi yang ketat dan ujian yang sulit membuat banyak orang menyerah dan gagal bekerja di Google.

Heemmm, apa kamu sudah siap untuk bekerja di Google seperti Hamdanil? Jika kamu sudah siap untuk akan segala resikonya, tunggu apalagi cari tahu segera kapan Google kembali membuka rekrutmen selanjutnya.

#BekerjadiGoogle
#SUpayaKItaTAhu

Tags: 5 Tahun, Amerika Serikat, Hamdanil Rasyid, Kantor Google, Mountain View, Pemuda Indonesia

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share