Bangun Bandara LCCT, Indonesia Targetkan 20 Juta Wisman

Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat kunjungan wisatawan mencapai 20 juta di tahun 2019. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan membuat terobosan besar, yaitu dengan membangun bandara dengan format Low Cost Carrier Terminal (LCCT).

Seperti yang dikutip SUKITA ID dari republika, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, pertumbuhan penumpang internasional setiap tahunnya rata-rata mencapai 13 persen per tahun. Dari angka tersebut, pertumbuhan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carriers (FSC) sekitar tujuh persen. Jauh lebih sedikit dari Low Cost Carriers yang tumbuh 55 persen per tahun.
(Foto : rakyatjabarnews.com)

“Target yang diberikan presiden kepada kita menuntut pertumbuhan harus 20 persen, kalau kita ikut full service carriers maka pertumbuhan tidak akan pernanh tercapai. Maka harus dengan LCC,” ujar Menpar Arief Yahya di Kantor Kemenko Kemaritiman, Kamis (12/7).

Lebih lanjut, Arief memuji kecepatan dan keseriusan membangun LCCT ini. Dirinya mengatakan target 20 juta wisman tidak akan tercapai hampir pasti tidak akan tercapai, jika menggunakan cara yang biasa.

Ia memberi contoh Bandar Udara Narita yang mulai membangun T3 untuk LCC sejak April 2015. Pax trafik LCC kemudian terus tumbuh dari 11.5 persen menjadi 31 persen pada 2017 dari pax trafik keseluruhan Bandara Narita.

“Pertumbuhan trafik di LCCT jauh lebih tinggi dari Non-LCCT untuk destinasi yang sama,” ujar Arief Yahya.

Begitu juga dengan bandara-bandara lainnya di Jepang yang memiliki LCC Terminal. Seperti Naha Airport yang pax trafiknya terus tumbuh dan di tahun 2017 tercatat 18 juta pax. Kemudian Nagoya Airport dan Kansai Airport yang juga membangun LCCT dan gencar menawarkan ke airlines.

“Hasilnya turis inbound ke Jepang tumbuh 33 persen dari tahun 2011 sampai dengan 2015 dan menjadi the fastest rate in the world, mencapai 28,7 juta turis pada 2017,” ujar Menpar.

Sementara di Indonesia belum memiliki LCCT. Sehingga airlines dengan konsep LCC harus mendarat di terminas biasa yang biayanya tinggi.

Dengan adanya terminal LCC, maka airlines bisa memotong biaya operasional hingga 50 persen, namun akan memiliki trafik yang meningkat dua kali lipat.

Menpar juga tidak khawatir nantinya wisatawan yang berkunjung memiliki spending yang kecil. Ia mencontohkan Thailand yang memiliki banyak terminal LCC, namun Average Revenue per Arrival-nya (ARPA) mencapai 1.500 dolar AS. Sementara Indonesia masih di angka 1.200 dolar AS. Tingkat keterisian penumpang (okupansi) pesawat ke destinasi biasanya juga lebih banyak untuk kelas ekonomi.

Dan nantinya terminal LCC diproyeksikan dibangun di bandara yang telah memiliki lebih dari satu terminal.

#BandaraLCCT
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Bandar Udara, Format LCCT, Indonesia Kejar Wisman, Info Travel, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Comments

  1. Balas

    first comment, yeeey!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares