Surat untuk Istri, Curahan Hati Suami yang Jadi Orangtua Tunggal

Menjadi orangtua tunggal tidak pernah jadi hal yang mudah. Untuk membesarkan anak dengan orangtua yang lengkap saja masih sering kewalahan, apalagi jika harus melakukannya seorang diri. Apalagi jika alasan menjadi orangtua tunggal adalah kematian istri tercinta dalam persalinan.

Rasa bahagia yang seharusnya dirasakan karena kelahiran buah hati di dunia jadi tergantikan dengan kesedihan karena kehilangan belahan hati. Belum sempat mereka berdua mencicipi waktu-waktu indah saat membesarkan buah hati, sang suami harus bertahan sendiri tanpa kehadiran istri. Meskipun sedih, suami harus bisa bangkit demi buah hati mereka.

Hal inilah yang dirasakan pria ini. Pria yang kini menjadi orangtua tunggal ini menjalani hari-hari bahagia bersama anaknya namun selalu sendiri setelah kepergian istrinya. Pria itu akhirnya menulis sebuah surat untuk istri, curahan hati suami yang jadi orangtua tunggal.

Video dari Prenagen ini menggambarkan bagaimana curahan hati seorang suami yang kini jadi orang tua tunggal. Meskipun ia sudah berusaha keras, ayah tetap tidak bisa menjadi ibu bagi putrinya. Meskipun bahagia karena putrinya kini tumbuh semakin besar, sang suami tetap tak bisa menepis rasa rindu terhadap istrinya. Seandainya saja istrinya ada di sini bersamanya dan membesarkan putri mereka bersama-sama.

Jangan sampai ini terjadi padamu, jadilah suami SIAGA
Surat untuk Istri, Curahan Hati Suami yang Jadi Orangtua Tunggal
(Foto: curhatbidan.com)

Kematian saat proses persalinan adalah salah satu resiko yang bisa dialami oleh seorang wanita hamil dan calon ayah. Sebenarnya resiko kematian ibu saat melahirkan bisa diperkecil sejak awal kehamilan. Jadilah suami yang SIAGA, SIap, Antar dan jaGA. Ikutlah terlibat dalam proses kehamilan hingga persalinan.

Pantau kondisi istri dan janin, ikut pergi ke bidan serta pelajari soal kehamilan dan proses melahirkan. Jagalah kondisi kesehatan istri baik saat mengandung atau saat akan melahirkan. Mendekati waktu persalinan, ambillah cuti dan jaga istri. Seandainya kamu tak bisa, tunjuklah seseorang untuk selalu menjaganya di rumah sambil tetap memantaunya dari kantor. Dengan begitu resiko kematian saat proses persalinan akan lebih kecil.

Kehamilan bukan hanya tentang istri dan bayi yang dikandungnya saja. Ayah memiliki andil besar dalam proses kehamilan. Jangan sampai suatu saat nanti kamu harus menulis surat untuk istri yang berisi curahan hati saat menjadi orang tua tunggal. Oleh sebab itu jika nanti pasangan teman-teman SUKITA ID mengandung, jadi ayah yang siaga ya!

 

Tags: Istri, Kehamilan, Keluarga, Pasangan, Suami, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 shares