Seminggu Berlalu, Ini Perkembangan Investigasi Kecelakaan dan Evakuasi Korban Lion Air JT 610

Perkembangan Investigasi Kecelakaan dan Evakuasi Korban Lion Air JT 610

Seminggu telah berlalu sejak pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada hari Senin (29/11). Sampai saat ini tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Lion Air serta tim medis masih bekerja 24 jam sehari untuk mendapatkan perkembangan terbaru  investigasi kecelakaan dan evakuasi korban Lion Air JT 610. Ratusan orang dikerahkan untuk mencari dan mengidentifikasi 189 korban serta menemukan penyebab kecelakaan naas ini.

Inilah hasil investigasi kecelakaan dan evakuasi korban Lion Air JT 610 selama seminggu:
1. Tim penyelam telah berhasil mengevakuasi 105 kantung jenazah

Sejak kecelakaan terjadi (29/10) hingga hari sekitar 176 penyelam masih dikerahkan untuk proses evakuasi korban. Mereka telah berhasil mengumpulkan 105 kantong jenazah dan beberapa puing-puing pesawat Lion Air JT 610 yang akan digunakan untuk investigasi kecelakaan. Saat ini tim Disaster Victim Investigation (DVI) telah mengumpulkan 306 sample dari 73 kantung jenazah untuk dibandingkan dengan data antemortem dan postmortem dari keluarga 189 korban untuk diinvestigasi.

2. FDR telah ditemukan dan berhasil diunduh

Kotak hitam (black box) merupakan salah satu barang bukti yang paling di cari setiap kali ada kecelakaan pesawat. Kotak hitam terdiri atas dua bagian, yaitu Flight Data Recorder (FDR) yang berisi rekaman data penerbangan termasuk kecepatan, ketinggian dan tekanan udara serta Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berisi rekaman percakapan pilot dan kopilot.

FDR telah ditemukan tim penyelam pada hari Kamis (1/11/2018) pukul 09.31 WIB di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan bahwa meskipun bagian dari FDR tidak ditemukan secara lengkap, data penerbangan masih bisa diunduh untuk diteliti. Kemarin (4/11) data penerbangan Lion Air JT 610 selama 69 jam sudah bisa diunduh. Tim KNKT akan menggunakan data tersebut untuk meneliti alasan jatuhnya pesawat sambil terus mencari CVR untuk melengkapi bukti yang ada.

3. Empat belas korban telah berhasil diidentifikasi

Satu korban diidentifikasi pada hari Rabu (31/10), tiga korban berhasil diidentifikasi pada hari Jumat (2/11), empat korban berhasil diidentifikasi hari Sabtu (3/11) dan tujuh korban lainnya diidentifikasi pada kemarin, Minggu (4/11). Secara total ada 3 korban perempuan dan 11 korban pria dari 189 korban yang telah berhasil dikenali dan dikembalikan kepada keluarga.

Berikut rincian data korban:

  1. Jannatun Cintya Dewi, perempuan 24 tahun, teridentifikasi lewat sidik jari tangan kanan.
  2. Candra Kirana, pria 29 tahun, teridentifikasi dari tanda medis dan properti korban.
  3. Monni, perempuan 41 tahun, teridentifikasi dari tanda medis.
  4. Hizkia Jorry Saroinsong, pria 23 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
  5. Endang Sri Bagusnita, perempuan 20 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
  6. Wahyu Susilo, pria 31 tahun, teridentifikasi dari tanda medis dan properti korban.
  7. Fauzan Azima, pria 25 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
  8. Rohmanir Pandi Sagala, pria 23 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
  9. Dodi Junaidi, pria 40 tahun teridentifikasi dari sampel DNA.
  10. Muhammad Nasir, pria 29 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
  11. Janry Efriyanto Sianturi, pria 26 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA dan tanda medis.
  12. Karmin, pria 68 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
  13. Hawinoko, pria 54 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
  14. Verian Utama, pria 31 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.

Sumber: cnnindonesia.com

#SUpayaKItaTAhu
#PerkembanganInvestigasiKecelakaandanEvakuasiKorbanLionAirJT610
#Terkini

Tag: ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares