Penyelam Heroik, Saman Gunan, Meninggal saat Menyelamatkan 13 Korban yang Terjebak di Gua Thailand

Saman gunan

Saat menyelamatkan korban dari bahaya, tak jarang tim penyelaman juga membahayakan dirinya sendiri. Hal tragis ini akhirnya terjadi pada Saman Gunan (32 tahun), mantan tentara angkatan laut Thailand, yang berusaha menyelamatkan 13 korban yang terjebak di gua Thailand. Ironisnya, ia meninggal karena kekurangan oksigen saat membagikan oksigen pada korban.

Kronologi terjebaknya 13 korban dalam gua dan kematian Saman Gunan
  • 23 Juni 2018: Dua belas anak dan seorang pelatih sepak bola pergi menjelajah gua Tham Luang setelah latihan. Saat itu hujan turun sangat deras dan membanjiri bagian dalam gua yang berliku-liku. Ketiga belas korban terjebak ke dalam gua dan terpaksa berjalan semakin jauh ke dalam gua untuk menghindari air hujan yang terus turun karena sedang musim hujan. Keluarga yang menyadari anak-anaknya menghilang langsung meminta bantuan polisi.
  • 28 Juni 2018: Dunia mengetahui bahwa ada tiga belas orang yang terjebak ke dalam gua. Bantuan dari pihak asing segera berdatangan. Tentara dari US Air Force adalah penolong asing yang pertama kali datang. Tim penyelamat berusaha untuk memompa air keluar dari gua untuk memudahkan proses evakuasi. Sayangnya mereka tidak bisa memompa semua air yang memblokir pintu keluar.
  • 2 Juli 2018: Tim penyelamat berhasil mencapai tempat korban berkumpul setelah menyelam, berjalan hingga merangkan di dalam gua yang masih banjir. Ketiga belas korban berada sekitar 4 km dari mulut gua. Tim penyelamat dan penyelam dari berbagai negara berusaha untuk memberikan suplai makanan dan oksigen untuk pada korban.
  • 6 Juli 2018: Saman Gunan dan temannya masuk ke dalam gua untuk memberikan suplai makanan dan oksigen untuk korban. Sayangnya dalam perjalanan pulang, Saman tidak menyadari bahwa tangki oksigennya tak cukup untuk digunakan sampai mulut gua. Saman Gunan pingsan karena kehabisan oksigen saat menyelam dan meninggal setelah mendapatkan pertolongan pertama dari temannya di dalam gua.
  • 8 Juli 2018: Empat korban pertama berhasil diselamatkan. Sembilan korban masih menunggu di dalam gua.
  • 10 Juli 2018: Semua korban berhasil diselamatkan dan sedang menjalani perawatan intensif.
Saman Gunan
(Foto: thenewdaily.com.au)

Saman Gunan telah mengundurkan diri dari tentara angkatan laut Thailand sejak tahun 2006. Namun hatinya merasa terpanggil untuk menjadi relawan saat mendengar ada tiga belas korban yang terjebak di dalam gua. Pria 38 tahun ini menggunakan pengalaman dan pengetahuannya untuk menolong orang lain sampai akhir hidupnya.

Jasadnya dibawa ke pangkalan militer di Chon Buri sebelum diterbangkan ke kampung halamannya, Provinsi Rioet. Saman dimakamkan secara militer meskipun telah pensiun. Seratus tentara mengantar kepergian pahlawan penyelaman itu untuk selamanya.

Istrinya, Waleeporn Gunan, menemani jasad suaminya sepanjang perjalanan. Ia teringat akan kata-kata suaminya.

“Saman pernah berkata kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati, kita tidak bisa mengendalikan itu, jadi kita perlu menghargai setiap hari yang berlalu,” kata Waleeporn pada BBC.

“Dia dipuji sebagai pahlawan atas apa yang sudah dia lakukan. Dia suka membantu orang lain dan melakukan kegiatan amal. Saya menggunakan kebanggaan itu untuk mengatasi rasa sedih saya,” ucapnya.

Berkat usaha Saman Gunan dan puluhan tim SAR lainnya, ketiga belas korban berhasil dengan selamat. Sifatnya yang selalu siap membantu sampai akhir hayatnya akan selalu dikenang sebagai jasa seorang pahlawan. Selamat jalan Saman Gunan.

Sumber: Thenewdaily.com.auBbc.com, Bostonherald.com dan Bangkokpost.com

#SUpayaKItaTAhu
#SamanGunan
#Motivasi

Tags: Pahlawan, Saman Gunan, SUpayaKItaTAhu, Thailan, Tokoh Inspirasi

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares