Profil Singkat dan Fakta Unik Gus Dur, Presiden Indonesia Keempat

Profil Singkat dan Fakta Unik Gus Dur

Abdurrahman Wahid adalah presiden keempat Indonesia. Pria yang menduduki kursi tertinggi di pemerintahan Indonesia saat berusia 59 tahun ini adalah seseorang yang religius dan cakap dalam kepemimpinan. Gaya duduknya yang santai, cara berbicaranya yang humoris dan kaca mata besar yang menutupi wajahnya menjadi ciri-ciri kuatnya selama menjadi presiden. Berkat gaya memimpinnya, banyak etnis dan golongan di Indonesia yang bisa keluar dari perilaku diskriminastif di Indonesia.

Dimasa dimana segala sesuatu bisa diadu domba karena perbedaan, warga Indonesia tampaknya perlu belajar dari sosok yang satu ini. Kali ini SUKITA ID akan membagikan profil singkat dan fakta unik Gus Dur.
Profil singkat Gus Dur:
  • Nama: Dr.(H.C.) K.H. Abdurrahman Wahid
  • Nama Panggilan: Gus Dur
  • Lahir: Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940
  • Meninggal: Jakarta, 30 Desember 2009
  • Ayah: K.H Abdul Wahid Hasjim
  • Ibu: Solichah
  • Istri: Sinta Nuriyah
  • Anak: Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anita Hayatunnufus dan Inayah Wulandari
  • Masa Jabatan: 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001
Riwayat pendidikan Gus Dur:
  • SD KRIS lalu pindah ke SD Matraman Perwari
  • SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan lalu pindah ke Pondok Pesantren Krapyak
  • Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia (1957-1959)
  • Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Indonesia (1959-1963)
  • Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Fakultas Syari’ah (Kulliyah al-Syari’ah) (1964-1966)
  • Universitas Baghdad, Irak, Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab (1966-1970)
Beberapa penghargaan yang pernah diterima Gus Dur:
  • Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990
  • Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina, tahun 1991
  • Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991
  • Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994
  • Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998
  • Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000
  • Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000
  • Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000
  • Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000
  • Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, September 2000
  • Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000
  • Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001
  • Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002
  • Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret 2003.
Karya-karya Gus Dur:
  • Islam dalam Cinta dan Fakta
  • Sebuah Dialog Mencari Kejelasan; Gus Dur Diadili Kiai-Kiai
  • Tabayun Gus Dur, Pribumisasi Islam, Hak Minoritas, Reformasi Kultural
  • Islam, Negara, dan Demokrasi
  • PRISMA PEMIKIRAN GUS DUR
  • Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan
  • Kumpulan Kolom dan Artikel Abdurrahman Wahid Selama Era Lengser
  • Mengatasi Krisis Ekonomi: Membangun Ekonomi Kelautan, Tinjauan Sejarah dan Perspektif Ekonomi
  • Gus Dur Bertutur
  • 90 Menit Bersama Gus Dur
  • Gus Dur Menjawab Kegelisahan Rakyat
  • Khazanah Kiai Bisri Syansuri; Pecinta Fiqh Sepanjang Hayat
  • Sekedar Mendahului, Bunga Rampai Kata Pengantar
  • Umat Bertanya Gus Dur Menjawab
  • Tuhan Tidak Perlu Dibela
  • Islamku Islam Anda Islam Kita
Fakta unik Gus Dur:
  1. Gus Dur lahir dari keluarga muslim yang sangat terhormat di Jawa Timur. Kakeknya dari sang ayah yaitu K.H. Hasyim Asyari adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), kakeknya dari sang ibu yaitu K.H. Bisri Syansuri adalah pengajar di pesantren pertama yang mengajar kelas pada perempuan. Sang ayah, K.H. Wahid Hasyim, adalah Menteri Agama pada tahun 1949 dan sang ibu, Solichah, merupakan putri dari pendiri pondok pesantren Denanyar Jombang.
  2. Gus Dur pernah tinggal kelas saat SMEP. Tidak dijelaskan kelas berapa tepatnya Gus Dur tinggal kelas ataupun apa alasan Gus Dur bisa tinggal kelas.
  3. Gus Dur pertama kali belajar bahasa Inggris saat belajar di SMEP Gowongan. Sekolah ini dikelolah oleh Gereja Katolik Roma namun tetap membebaskan muridnya mempelajari agama mereka masing-masing.
  4. Saat pergi ke Universitas Al-Azhar Gus Dur sebenarnya sudah mahir berbahasa Arab. Namun Gus Dur harus terpaksa mengikuti kelas remedial (Aliyah) sebelum belajar Islam dan bahasa Arab karena tak mampu membuktikan bahwa beliau fasih berbahasa Arab.
  5. Setelah lulus dari universitas di Asia, Gus Dur sempat pergi ke Eropa dan Amerika dan ikut belajar di berbagai universitas meskipun tak resmi mendaftar sebagai mahasiswa. Beliau juga gemar membaca pemikiran tokoh-tokoh terkenal dan mendengar musik-musik barat.
  6. Gus Dur baru bergabung ke NU sebagai Dewan Penasehat Agama setelah dua kali menolak bujukan kakeknya, Bisri Syansuri. Baru pada permintaan ketiga Gus Dur bersedia bergabung ke NU. Disinilah mengalami pengalaman politiknya untuk pertama kali beliau saat ikut berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 1982.
  7. Beliau diangkat menjadi presiden menggantikan Presiden B.J. Habibie setelah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilu 1999. Masa kepresidenan Gus Dur berakhir setelah mendapatkan mandat MPRS sidang Istimewa MPR pada tahun 2001.
  8. Gus Dur merupakan presiden Indonesia dengan waktu menjabat tercepat kedua dengan masa jabatan 1 tahun 9 bulan dan 3 hari.
  9. Beliau sempat diajukan oleh PKB menjadi calon presiden pada pemilu 2004 namun ditolak oleh KPU karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
  10. Gus Dur adalah seorang pemimpin yang religius dan penuh toleransi pada semua golongan dan agama yang ada. Gus Dur pernah menghimbau masyarakat agar menghentikan diskriminasi terhadap keluarga komunis dan mengizinkan perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa pada tahun 1999. Beliau dikenal sebagai Bapak Pluralisme.

Sumber: Gusdur.net, Viva.co.id, Bio.or.id, Profilpedia.com dan Infobiografi.com

#SUpayaKItaTAhu
#ProfilSingkatDanFaktaUnikGusDurPresidenKeempatIndonesia
#Tokoh

Tag: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share