Profil dan Fakta Unik Rasuna Said, Wanita Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari Sumatera Barat

Profil dan Fakta Unik Rasuna Said

Apakah teman-teman SUKITA ID tahu siapa Rasuna Said? Perempuan asal Sumatera Barat ini berbeda dengan Cut Nyak Dien yang berjuang dengan angkat senjata, Rasuna Said memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan hak-hak perempuan dengan pandangan politik dan kepiawaiannya berorasi. Ia merupakan satu dari sedikit pahlawan Indonesia yang terlibat langsung dalam usaha kemerdekaan Indonesia saat masa kolonial Belanda dan Jepang. Dengan kepintarannya dan keberaniannya untuk berbicara, Rasuna Said dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional.

Untuk mengenang perjuangan pahlawan wanita dari Sumatera Barat ini, SUKITA ID akan membagikan profil dan fakta unik Rasuna Said
  • Nama asli: Hajjah Rangkayo Rasuna Said
  • Dikenal juga sebagai: HR Rasuna Said
  • Tempat dan tanggal lahir: Agam, 14 September 1910
  • Wafat: Jakarta, 2 November 1965
  • Orangtua: Muhammad Said (Ayah)
  • Suami: Duski Samad (1929-bercerai) dan Bariun A.S.
  • Anak: Auda Zaschkya Dusk
Riwayat pendidikan Rasuna Said:
  • Sekolah Dasar
  • Pesantren Ar-Rasyidiyah
  • Madrasah Diniyyah Putri Padang Panjang
  • Islamic College
Riwayat karir Rasuna Said:
  • Sekertaris Sarekat Rakyat cabang Sumatera Barat (1926)
  • Guru di Diniyah Putri Padang Panjang
  • Aktivis di Soematra Thawalib
  • Salah satu pendiri Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) dan menjadi pengajar di sekolah Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukittinggi milih PERMII (mulai 1930)
  • Jurnalis sekaligus pemimpin dari majalan Suntiang Nagari, Raya (1935) dan Menara Poetri (1937)
  • Penggagas Pemuda Nippon Raya di Padang (1942)
  • Badan Penerangan Pemuda Indonesia.
  • Perwakilan Kominte Nasional Indonesia dari Sumatera Barat
  • Anggota DPR Republik Indonesia Serikat
  • Dewan Pertimbangan Agung (1959-1965)
Fakta unik Rasuna Said:
  1. Karena namanya sering disingkan menjadi HR Rasuna Said, banyak yang mengira ia adalah seorang pria. Penyingkatan nama yang benar adalah Hj. R. Rasuna Said.
  2. Rasuna Said adalah seorang perempuan dari kalangan terpandang keluarga Sumatera Barat yang beruntung karena bisa mengenyam pendidikan sejak masih muda. Ia adalah satu-satunya santri perempuan saat belajar di Pesantren Ar-Rasyidiyah.
  3. Rasuna Said telah terjun untuk berjuang melawan penjajahan dan masuk ke dunia politik sejak usia 16 tahun.
  4. Sebagai orang perempuan Minangkabau, Rasuna Said sudah dijodohkan orang tuanya sejak masih remaja. Namun ia menolak perjodohan tersebut karena pria pilihan orang tuanya sudah beristri. Akhirnya ia menikahi Duski Samad, pria dari kalangan biasa yang pernah menjadi mentornya, pada usia 19 tahun (1929).
  5. Setelah bercerai dengan suaminya karena masalah komunikasi, Rasuna Said menjadi penentang poligami. Saat itu di Sumatera Barat ada banyak pasangan yang kawin-cerai dimana 14 dari 100 wanita adalah janda, 10 dari 100 pria adalah duda dan 10 dari 10 pria melakukan poligami. Meskipun Rasuna Said taat agama dan percaya bahwa poligami diizinkan, wanita Minangkabau ini tetap memandang aksi kawin-cerai termasuk dalam pelecehan terhadap wanita.
  6. Meskipun telah bercerai, Rasuna Said dan Duski tetap menjalin hubungan baik. Setelah ia pindah ke Jakarta, Duski sering mengunjungi rumah Rasuna Said dan menginap disana meskipun keduanya tak menikah kembali sampai akhir hayat Rasuna Said. Dalam buku Ulama Prempuan Indonesia (2002) yang disunting Jajat Burhanudin, Duski mengatakan bahwa ia mengerti agama, tahu mana yang halal dan mana yang haram untuk menangkal fitnah yang mungkin datang tentang hubungan mereka.
  7. Ia pernah menikah dengan Bariun A.S., seorang aktivis pergerakan beraliran kiri dari Medan. Saat itu Bariun pernah berkata, “Kak Una memang istri saya tetapi sebenarnya ia telah menikah dengan perjuangan”. Keduanya memiliki perbedaan pandangan politik. Pernikahan mereka tak berlangsung lama.
  8. Saat Rapat Umum PERMI di Payakumbuh tahun 1932, Rasuna Said ditangkap Belanda saat sedang berpidato. Ia dijatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan dengan dakwaan spreek delict (ujaran kebencian). Ia merupakan wanita Indonesia pertama yang ditahan atas alasan tersebut.
  9. Berbeda dengan teman dekatnya dan mantan suaminya yang mendukung Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Rasuna Said mendukung Soekarno.
  10. Dalam perjuangannya untuk memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak wanita, Rasuna Said mengidolakan dua pejuang wanita asal Minangkabau, yakni Rahmah El Yunusiyah (pendiri Madrasah Diniyah Putri tahun 1923) dan Siti Rohana Kudus (pendiri sekolah Kerajinan Amai Setia di Kotogadang tahun 1911)
  11. Rasuna Said meninggal tanggal 2 November 1965 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Menurut Surat Keppres RI No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974, Rasuna Said dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional

Sumber: Tirto.id, Books.google.co.id, Viva.co.id

#SUpayaKItaTAhu
#ProfilDanFaktaUnikRasunaSaid
#Tokoh

Tag: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares