Profil dan Fakta Unik Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi

Profil dan Fakta Unik Letjen Suprapto

Letnan Jenderal Suprapto adalah satu dari tujuh Pahlawan Revolusi. Semasa hidupnya, Pahlawan Nasional Indonesia ini adalah seorang tentara yang hebat dan memiliki banyak pengalaman saat membela Indonesia dari tangan penjajah maupun pemberontak. Menurut keluarganya, beliau adalah seseorang yang tak mudah marah dan penyabar. Sayangnya beliau meninggal pada usia 45 tahun setelah diculik dan disiksa saat G30S/PKI.

Untuk mengenang jasa beliau, kali ini SUKITA ID akan membagikan profil dan fakta unik Letjen Suprapto.
  • Nama: Raden Suprapto
  • Pangkat: Letnan Jenderal Anumerta
  • Tempat dan tanggal lahir: Purwokerto, 20 Juni 1920
  • Wafat: Lubang Buaya, 1 Oktober 1965
  • Orangtua: R. Pusposupen (Ayah) dan R.A. Alimah(Ibu)
  • Istri: Julie Suparti
  • Anak: Ratna Purwati, Sri Lestari, Pudjadi Setia Dharma, Asung Pambudi Budhidarma, dan Arif Prihadi Adjidharma.
Riwayat pendidikan Suprapto:
  • HIS (Hollandsch lnlandsche School) di Purwokerto
  • MULO (Meer Uitgebreid Lager Ondewus) di Yogyakarta
  • AMS (ALgemeene Middlebare School) di Yogyakarta (lulus tahun 1941)
  • Koninkluke Militaire Akademie di Bandung (berhenti pada tahun 1942)
  • Seinendan (Barisan Pemuda), Keibondan (Barisan Pembantu Polisi) dan Syuisyintai (Barisan Pelopor) pada masa kepemimpinan Jepang.
  • Kursus C Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD) (1956)
Riwayat karir Suprapto:
  • Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto
  • Kepala Bagian II Divisi V
  • Kepala Bagian II MBKD
  • Kepala Staf Divisi II
  • Kepala Staf Territorium IV/Diponegoro (1948)
  • Kepala Bagian II Staf Umum Angkatan Darat  (1950)
  • Asisten I Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) merangkap Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (1951)
  • Sekretaris Gabungan Kepala Staf (GKS) (1956)
  • Deputy KSAD (DE – KSAD) untuk wilayah Sumatera
  • Deputy Administrasi Menteri/Panglima Angkatan Darat
Fakta unik Letjen Suprapto:
  1. Tahun 1942 saat Belanda mengalami kekalahan terhadap Jepang, Letjen Suprapto masih belajar di akademi militer. Saat itu dia ditangkap bersama teman-temannya oleh tentara Jepang sehingga tidak bisa menyelesaikan pendidikan militernya. Tak lama kemudian ia berhasil menyelinap dari tahanan dan bersembunyi sampai keadaan mereda.
  2. Saat Jepang membuka lowongan untuk menjadi prajurit kepada pribumi, beliau yang masih ingin menjadi tentara kembali mendaftar. Untungnya ia tak dikenali sebagai tahanan yang kabur dan berhasil menjalani pelatihan militer dari Jepang. Ia berhasil lulus dan bergabung pada prajurit Dai Nippon.
  3. Saat menjadi anggota TKR, beliau pernah berjuang di pemberontakan Ambarawa dan menjadi salah satu adjudan Panglima Besar Soedirman.
  4. Dalam buku Tujuh Prajurit TNI Gugur: 1 Oktober 1965, putri sulung Suprapto Ratna Purwati, mengatakan ayahnya sempat bertanya, “Kamu sedih tidak kalau Bapak meninggal dunia?” sehari sebelum peristiwa G30S/PKI terjadi.
  5. Tak seperti Ahmad Yani dan MT Haryono, beliau dibawa pemberontak dalam keadaan hidup.
  6. Tidak seperti pemberitaan oleh Orde Baru yang mengatakan bahwa wajah Suprapto tak dikenali karena kepalanya remuk dan tubuh beliau disilet-silet hingga kemaluannya dipotong, Indonesialeaks menemukan hasil visum Suprapto tahun 1965 yang mengungkapkan bahwa organ tubuh Suprapto lengkap. Hasil visumnya tersebut mencatat beliau mengalami patah tulang tengkorak di enam titik, patah tulang di betis kanan dan paha kanan serta 3 luka tusuk dari bayonet.
  7. Keluarga Soeprapto tidak mengetahui penculikan itu terjadi karena tak ada anggota keluarganya yang bangun saat pastukan Tjakrabirawa datang dan membawanya dengan alasan dipanggil Presiden Soekarno. Mereka baru mengetahui tentang penculikan tersebut saat Umar Wirahadikusumah (Panglima Kodam Jaya tahun 1965) datang ke rumah dan memberitahukan kebenarannya.
  8. Jabatan terakhir beliau semasa hidup adalah Deputi II Mengpangad. Pangkat terakhirnya semasa hidup adalah Mayor Jendral.
  9. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan prosesi militer seperti korban Lubang Buaya lainnya.
  10. Letnan Jendral Suprapto mendapatkan gelar Pahlwan Revolusi sesuai dengan Keppres No. 111/KOTI/1965.

Sumber: Tirto.id, Detik.com 1 dan 2sejarah-tni.mil.id

#SUpayaKItaTAhu
#ProfilDanFaktaUnikLetjenSupraptoPahlawanRevolusi
#Tokoh

Tags: Letnan Jenderal, Pahlawan, Profil, SUpayaKItaTAhu, Suprapto

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 shares