Profil dan Fakta Unik Letjen S. Parman, Pahlawan Revolusi

Profil dan Fakta Unik Letjen S. Parman

Teman-teman SUKITA ID mungkin sudah sering mendengar nama S. Parman, tapi tahukah kamu apa kepanjangan dari singkat S. dinamanya? Siswondo Parman adalah nama salah satu tentara Indonesia yang memiliki jasa besar dalam masa perjuangan penumpasan pemberontak setelah kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Namanya telah diabadikan menjadi nama salah satu jalan tersibuk di DKI Jakarta.

Untuk mengenang jasa-jasanya dalam usaha pertahanan NKRI, SUKITA ID akan memabagikan profil dan fakta unik Letjen S. Parman
  • Nama: Siswondo Parman
  • Pangkat: Letnan Jenderal Anumerta
  • Tempat dan tanggal lahir: Wonosobo, 4 Agustus 1918
  • Wafat: Lubang Buaya, 1 Oktober 1965
  • Orangtua: Kromodihardjo (Ayah)
  • Istri: Sumirahayu
  • Anak: Indonesiawati dan Sugiono
Riwayat pendidikan Letjen S. Parman:
  • Hollandsch Inlandsche School (HIS)
  • Meer Uitgebried Lager Onderwijs (MULO)
  • Algemeene Middelbare School (AMS)
  • Sekolah Tinggi Kedokteran (STOVIA)
  • Koninklijke Militaire Academie di Breda, Belanda
Riwayat karir Letjen S. Parman:
  • Kempeiho (penerjemah)
  • Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Staf Markas Besar Polisi (PT) di Yogyakarta (1945)
  • Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya (1949)
  • Kepala Staff G Mabes AD (1950)
  • Atase Militer RI di London, Inggris (1959)
  • Asisten I Intelejen Menpangad (1964)
Fakta unik Letjen S. Parman:
  1. S. Parman adalah anak keenam dari sebelas bersaudara. Orang tuanya adalah seorang pedagang di Wonosobo.
  2. Kakak kandungnya, Ir. Sakirman, adalah petinggi PKI yang menjabat sebagai Politbiro CC PKI saat peristiwa G30S/PKI terjadi.
  3. Perjuangan S. Parman dalam menimba ilmu sempat menghadapi berbagai hambatan. Beliau harus berhenti sekolah selama dua tahun sebelum melanjutkan AMS karena ayahnya meninggal dunia dan membantu ibunya berdagang. S. Parman juga gagal meraih gelar dokter karena saat itu Jepang datang dan mengambil alih kekuasaan Belanda di Indonesia.
  4. Meskipun bekerja di Kempeiho sebagai pengerjemah untuk Kempeitai, beliau tetap setia pada Indonesia. Ia sempat ditahan oleh Jepang karena dituduh sebagai pemberontak namun kembali dibebaskan.
  5. Sebagai seorang perwira Intelejen, S. Parman mengaku memiliki mata-mata di PKI dan bisa mengetahui keputusan dari dalam PKI hanya dalam hitungan jam.
  6. Merasa ada yang aneh saat pasukan Tjakrabirawa mengepung rumahnya, beliau menyuruh istrinya untuk segera menelepon Ahmad Yani untuk melapor. Sayangnya telepon rumahnya telah diputus, sama seperti di rumah panglima TNI yang lain.
  7. Dua minggu sebelum hari kematiannya, S. Parman mendampingi Letjen Ahmad Yani ke Nusa Tenggara dalam tugas. Beliau berpamitan pada Sumirahayu dan berkata, “Jeng, hati-hati di rumah ya! Saya akan pergi ke perbatasan. Mungkin disana nanti saya ditembak musuh.”
  8. Jenazah beliau dapat diidentifikasi berkat cincin pernikahannya yang bertuliskan SPM, inisial namanya, SIM, foto di dompet dan seragam TNI yang beliau kenakan.
  9. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan tulisan “Pejuang Sejati” di batu nisan sesuai dengan permintaannya semasa hidup.
  10. Pangkat terakhirnya adalah Mayor Jenderal. S. Parman dipromosikan menjadi Letnan Jenderal Anumerta dan dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi menurut Keppres No. 111/KOTI/1965.
  11. Rumah Mayjen Siswondo Parman di jalan Syamsu Rizal, Menteng telah dijual oleh ahliwarisnya sekitar tahun 1991/1992. Kini rumahnya telah dijadikan rumah tinggal dan bukan museum seperti pahlawan revolusi yang lain.

Sumber: Detik.com dan 2, Merdeka.com 1 dan 2, Tirto.id

#SUpayaKItaTAhu
#ProfilDanFaktaUnikLetjenSParmanPahlawanRevolusi
#Tokoh

Tag: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares