Profil dan Fakta Unik Frans Kaisiepo, Pahlawan di Uang Kertas 10.000

Profil dan Fakta Unik Frans Kaisiepo

Nama Frans Kaisiepo pasti sudah tak asing lagi di telinga teman-teman SUKITA ID. Putra asli Irian ini merupakan Pahlawan Nasional yang potretnya tercetak dalam uang kertas Rp. 10.000,-. Frans Kaisiepo merupakan seorang pejuang kemerdekaan rakyat Papua dari tangan Belanda yang bersikukuh untuk bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meskipun tinggal di daerah paling Timur. Tanpa jasanya, kita mungkin tidak akan pernah mengenal wilayah Pulau Papua sebagai bagian dari Indonesia.

Untuk mengenang jasanya, kali ini SUKITA ID akan membagikan profil dan fakta unik Frans Kaisiepo!
  • Nama asli: Frans Kaisiepo
  • Tempat dan tanggal lahir: Biak, Papua, 10 Oktober 1921
  • Wafat: Jayapura, Papua 10 April 1979
  • Orangtua: Albert Kaisiepo (Ayah) dan Alberthina (Ibu)
  • Istri: Anthomina Arwam dan Maria Magdalena Moorwahyuni
  • Anak: Markus Kaisiepo dan Suzanah Kaisiepo
Riwayat Pendidikan Frans Kaisiepo:
  • Sekolah Rakyat (1928–1931)
  • LVVS Korido pada (1931–1934)
  • Sekolah Guru Normalis di Manokwari (1934–1936)
  • Bestuur Course (Maret-Agustus 1945)
  • Bestuur School/Pamong Praja pada 1952–1954
Riwayat Karir Frans Kaisiepo:
  • Partai Indonesia Merdeka (1946)
  • Anggota Delegasi RI, Konferensi Malino, Sulawesi Utara (1946)
  • Anggota Kepemimpinan Hakim Tertinggi, Dewan Pertimbangan Agung RI (1972)
  • Gubernur Papua (1964-1973)
Fakta Unik Frans Kaisiepo:
  1. Frans Kaisiepo merupakan orang yang mengusulkan nama Irian, yang dalam bahasa daerah Biak berarti daerah panas, untuk menggantikan nama Papua buatan Belanda.
  2. Ia merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan sikap anti-Belandanya. Frans pernah meminta anaknya, Markus, untuk mengganti papan nama sekolah yang saat itu bertuliskan Papua Bestuurschool menjadi Irian Bestuurschool.
  3. Untuk menularkan semangat kemerdekaan, Frans memutarkan lagu Indonesia Raya di Kampung Hrapan Jayapura pada tanggal 14 Agustus 1945. Tanggal 31 Agustus 1945, Frans dan rekan-rekannya melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya.
  4.  Bulan Juli 1946 ia berangkat ke Sulawesi Utara sebagai satu-satunya putra Irian yang menjadi Deliasi RI dalam Konferensi Marino 1946. Disanalah ia mengusulkan nama Papua menjadi Irian sekaligus menyatakan penolakan atas skenario usulan pembentukan Negara Indonesia Timur.
  5. Tahun 1949, Frans menolak penunjukkan dirinya sebagai wakil Belanda untuk wilayah Nugini dalam Konferensi Meja Bundar di Belanda karena tidak mau didikete Belanda. Akibatnya ia disekap sebagai tahanan politik dari tahun 1954 hingga 1961.
  6. Saat ditahan, ia memdirikan Partai Politik Irian pada 1961 yang bertujuan utama menggabungkan wilayah Nugini sebagai bagian NKRI.  Saat TRIKORA (Tiga Komando Rakyat) diserukan oleh Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961, Frans ikut berjuang dengan melindungi para sukarelawan yang diam-diam masuk ke wilayah Irian Barat.
  7. Frans Kaisiepo merupakan Gubernur Papua kedua, menggantikan Elieser Jan Bonay (Dikenal juga sebagai: Eliezer Yan Bonay).
  8. Setelah Anthomina Arwan meninggal, Frans Kaisiepo menikahi Maira Madgalena Moodwahyun, seorang wanita dari Demak, tanggal 12 Nopember 1973.
  9. Frans Kaisiepo meninggal tanggal 10 April 1979 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Papua menurut Surat Keppres nomor 077/TK/1993.
  10. Untuk menghormati jasa-jasanya, namanya diabadikan menjadi Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak, Papua dan nama Kapal Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo.
  11. Untuk menghormati jasa-jasanya, Bank Indonesia mengeluarkan uang kertas pecahan Rp. 100.000,- tahun Emisi 2016 mengunakan potretnya.

Sumber: merdeka.com

#SUpayaKItaTAhu
#ProfilDanFaktaUnikFransKaisiepo
#Tokoh

Tags: Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional, Profil, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares