Perangi Wabah Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Ini Langkah Pemerintah!

Wabah Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat

Wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat masih menjadi masalah yang serius di awal tahun ini. Dilansir dari VoA (18/1/2018) tim penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat mencatat sudah ada 524 korban sejak September 2017. Setidaknya 67 anak suku Asmat telah meninggal karena gizi buruk dan wabah campak.

Langkah pemerintah menanggulangi masalah wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

Pada awalnya penyebaran wabah ini hanya terjadi di tujuh distrik di Papua. Data jumlah korban jiwa yang tercatat itu berasal dari tiga distrik yakni distrik Fayit, Aswi dan Pulau Tiga. Namun wabah tersebut menyebat ke dua puluh tiga distrik lainnya di Papua. Kini ada 244 kampung/desa yang menjadi perhatian pemerintah.

Pemerintah telah mengirimkan tim medis dari Kementrian Kesehatan, TNI dan Polri ke Papua. Distribusi makanan tambahan diberikan oleh pemerintah Kabupaten Asmat. Imusniasi campak juga telah dilakukan setiap bulannya.

Salah satu penyebab gizi buruk adalah masalah kemiskinan dan kondisi sumber daya alam yang semakin menipis. Suku Asmat masih menerapkan sistem tinggal nomaden sehingga cukup sulit untuk menanggulangi masalah wabah ini. Itu sebabnya pemerintah mengajukan rencana untuk merelokasi mereka ke sebuah tempat untuk upaya pengobatan.

Wabah Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat
(Foto: sentaninews.com)

Selasa (23/2/2018) Presiden Jokowi melakukan rapat penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Dilansir dari merdeka.com, usaha pemerintah ini sempat mengalami jalan buntu.

“Ternyata tidak memungkinkan (untuk relokasi) karena masalah tradisi, masalah adat, masalah hak ulayat yang tidak mungkin,” ungkap Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018)

Guna menangani wabah campak dan gizi buruk dengan cepat, ada tiga langkat yang harus dilakukan. Pertama, mempercepat permbangunan infrastruktur di Asmat untuk membuka daerah yang terisolasi dan mempercepat distribusi bantuan. Kedua, membangun pertanian supaya suku Asamt tidak perlu nomaden dan bisa mendapatkan bahan pangan yang cukup. Ketiga, memaksimalkan vaksinasi dan mengedukasi masyarakat supaya tidak menolak imunisasi.

Semoga wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat cepat terselesaikan ya! Selamat hari gizi nasional teman-teman SUKITA ID!

#SUpayaKItaTAhu
#PerangiGiziBurukDanCampakDiAsmatIniLangkahPemerintah
#Terkini

Tag: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares