KNKT: Kecelakaan Lion Air JT 610 adalah Kecelakaan Udara Terburuk Indonesia ke-2

Kecelakaan Udara Terburuk Indonesia

Tanggal 29 Oktober 2018 kemarin pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang ini salah satu kecelakaan terbesar yang pernah dialami oleh maskapai Indonesia. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan kecelakaan Lion Air JT 610 adalah kecelakaan udara terburuk Indonesia yang kedua.

“Ini kecelakaan terburuk kedua di Indonesia,” kata Soerjanto di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).

Sementara itu Soerjanto Tjahjono mengatakan kecelakaan udara terburuk di Indonesia pertama terjadi 21 tahun lalu oleh maskapai Garuda Indonesia. Sama seperti kecelakaan Lion Air JT 610, tidak ada satupun penumpang di pesawat Garuda Indonesia yang berhasil selamat.

“Kecelakaan penerbangan di Indonesia untuk Garuda 200-300 orang yang di Medan,” jelas Soerjanto.

Kecelakaan tersebut terjadi pada tanggal 26 September 1997. Saat itu Pesawat berjenis Airbus A300-B4 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 152 ini hendak mendarat di Bandara Polonia, Sumatera Utara. Namun kabut asap tebal hasil pembakaran hutan menghalangi pandangan pilot dan menyebabkan sayap pesawat menabrak tebing di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pesawat terbakar dan jatuh di pegunungan bersama seluruh penumpangnya.

Kecelakaan iniĀ  menewaskan 234 orang yang terdiri dari 222 penumpang dan 12 kru. Sekitar 40 korban hangus terbakar sehingga tak bisa diidentifikasi. Kecelakaan Garuda Indonesia GA 125 merupakan kecelakaan udara terburuk sepanjang sejarah penerbangan Indonesia.

Sementara itu, pesawat Lion Air JT 610 membawa 189 orang yang terdiri dari 183 penumpang dan 5 kru. Hingga hari ke-14 setelah kecelakaan, baru 79 korban yang berhasil diidentifikasi. Masih ada 110 korban lainnya yang masih belum berhasil teridentifikasi. Selain itu, black box bagianĀ Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berisi suara rekaman pilot dan kopilot dalam penerbangan ini masih belum ditemukan.

Pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 telah dihentikan sejak 10 November lalu. Hingga saat ini tim DVI masih berjuang untuk mengidentifikasi korban dari 600 potongan tubuh korban yang telah dievakuasi. Tim Basarnas juga berjanji tidak akan menghentikan pencarian CVR sampai benda tersebut ditemukan demi mengungkap alasan kecelakaan naas ini bisa terjadi.

Sumber: Liputan6.com

#SUpayaKItaTAhu
#KecelakaanUdaraTerburukIndonesia
#Terkini

Tags: Lion Air JT 610, Pesawat, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share