Ketika Anjing Kesayangan Malah di Tinggal di Dalam Mobil #SelamatkanValent

Anjing Kesayangan Malah di Tinggal di Dalam Mobil SelamatkanValent

Memiliki hewan peliharaan bukan hanya tentang bersenang-senang tapi juga tentang komitmen. Saat pertama kali memutuskan untuk memelihara hewan, pemilik diharapkan bisa menjaga mereka dengan baik dari lahir hingga akhirnya mati. Tak jarang juga ada orang yang menyebut teman-teman binatangnya sebagai “anak” karena besarnya tanggung jawab untuk “membesarkan” peliharan mereka. Sayangnya tidak semua orang memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam hal mengurus hewan peliharaan.

Hal ini terbukti dengan instastory Tommy Prabowo pada Jumat (1/12/2017). Pada pukul 16.24 Tommy hanya iseng merekam seekor anjing kecil yang bernama Valent terkunci di dalam mobil sebelah tempatnya parkir. Tommy merasa kasihan tapi tak memutuskan untuk tetap meninggalkan anjing tersebut karena berpikir pemilik mobil brio  tersebut akan segera kembali.

Sayangnya saat Tommy kembali pukul 22.09, anjing jenis Schnauzer Pomeranian ini masih terkunci. Kasihan, Tommy menemani anjing itu dan meminta satpam untuk segera memanggil pemilik mobil. Valent sudah mulai terlihat lemas karena sudah lebih dari 6 jam tanpa makan ataupun minum. Apalagi suhu di dalam mobil yang meningkat setiap jamnya akan membuat udara yang dihirup Valent makin panas dan lembab.

Tommy sempat berpikir untuk memecahkan kaca mobil untuk menyelamatkan Valent namun ia dicegah satpam. Akhirnya Tommy sepakat dan memutuskan jika jam 2, yang diberitahu satpam sebagai jam tutupnya semua toko di mall, si pemilik belum juga kembali dia akan memecahkan kaca mobil demi menolong Valent tak perduli apapun resikonya.

dapet banyak sekali pertanyaan, apakah saya memiliki anjing? apakah saya pejuang anjing? jawaban saya tidak dan bukan. ya karena menurut saya, gak harus punya anjing atau pecinta anjing, untuk sedikit peduli dan punya hati terimakasih untuk feedbacknya yang sangat luar biasa, maafkan jika tidak bisa reply satu-persatu. kembali saya ingin sedikit tambahkan bahwa jauh sebelum ada Valent saya sangat aktif dan vokal di socmed, tentang banyak hal ketika takdir mempertemukan saya dengan Valent, saya bisa saja cuek kok. pulang, istirahat, menikmati long weekend, toh bukan anjing saya, gak ada untungnya buat saya. tapi sebagai manusia yang punya hati, tau bahwa ada anjing dalam mobil 8 jam lebih, apakah itu dibenarkan? apakah saya bisa gak peduli? hati saya menolak makanya Valent saya temani dan saya pastikan masih hidup saya gak pernah meminta pemiliknya dihakimi masyarakat, makanya saya menolak menunjukan sosok pemilik Valent. saya hanya ingin, mereka yang membiarkan peliharaannya didalam kendaraan paham, bahwa itu salah. meninggalkan mahkluk hidup dalam ruang pengap berjam-jam, tanpa makan dan minum, bisa sadar bahwa itu tidak benar. itu aja dulu dan ketika ternyata ada yang merasa ini benar, tidak salah, dan mencari pembenaran, bahkan mengulangi lagi, mencari pembelaan dan ternyata ada hal-hal lain yang saya tak bisa ungkapkan. ini yang berbahaya. ya atas nama peri-keanjingan, peri-kehewanan dan kebenaran saya berontak! bagaimana nasib Valent nanti, saya akan sangatttt berusaha, YANG TERBAIK! YANG TERNYAMAN! dan semoga ini bisa jadi suara kecil untuk banyak suara teman-teman Valent lainnya. bahwa hukum di Indonesia tentang satwa masih lemah, SOP tentang hewan masuk Mall juga belom kuat akan berujung seperti apa, biar waktu yg mejawab nanti. saya tidak bisa cerita detil terlalu banyak. biarkan usaha saya dan teman-teman yang mendukung saya, berjalan baik dulu. terimakasih semuanya…. terimakasih.. #SelamatkanValent ???

A post shared by Tommy Prabowo (@tommyprabowo) on

Akhirnya setelah jam 12 malam pemilik Valent yang diketahui bernama Elishia ini kembali ke mobil. Saat itu sudah 8 jam Valent berada terkurung di dalam mobil. Elishia berdalih kalau ia terpaksa meninggalkan Valent di mobil karena tidak mau mengurungnya di dalam kandang dan tak bisa membawa Valent ke dalam mall karena ada peraturan yang melarang hewan untuk masuk ke dalam kawasan mobil. Sayangnya bukan merasa menyesal karena telah menelantarkan anjingnya, Elishia malah marah-marah pada Tommy yang dianggapnya menyampuri urusannya.

Tommy merasa kecewa dengan sikap Elishia namun tak bisa berbuat apa-apa karena tak punya cukup bukti. Ia hanya bisa membagikan postingan itu di intagramnya dan membagikan nomor plat mobil Elishia sebagai peringatan untuk teman-teman yang lain untuk ikut mengawasi jika ada kejadian seperti ini.

Sayangnya, Sabtu (2/12/2017) Valent kembali terkurung di mobil.

Berdasarkan pesan yang masuk di instagramnya, teman Tommy kembali menemukan Valent kembali terkurung mobil Elishia di Gandaria City. Ketika Elishia diperingatkan oleh teman Tommy, wanita itu malah mengelak mengaku salah dan berkata kalau Tommy itu yang salah karena malah instastory tentang Valent dan bukan kasih makan atau minum. Padahal semua hal yang disebutkan Elishia itu tidak akan perlu terjadi kalau dia meninggalkan Valent di rumah dalam keadaan aman.

Tak hanya berhenti di situ, ternyata Garda Satwa Indonesia, sebuah organisasi penyelamat hewan, membalas postingan Tommy dan berkata bahwa kejadian ini bukanlah kejadian pertama ataupun kedua kalinya. Bulan lalu Valent juga pernah ditinggal di dalam mobil. Elishia juga sudah pernah diperingatkan beberapa kali oleh orang yang berbeda. Sayangnya Elishia tampak tak perduli dengan peringatan mereka semua.

Ratusan warganet menyerukan #SelamatkanValent dan berharap Valent bisa mendapatkan pemilik yang lebih baik. Tommy dan Garda Satwa Indonesia telah melapork ke Polsek Tanah Abang untuk menindak lanjuti masalah penelataran hewan peliharaan ini. Pagi ini (5/12/2017) mereka sudah melakukan mediasi. Tommy dan Garda Satwa Indonesia ingin Felishia untuk menyerahkan kepemilikan Valent. Elishia yang mengaku sangat menyayangi Valent menolak. Hingga saat ini mereka masih belum menemukan jalan temu tentang nasib Valent.

Sedih memang kejadian seperti ini harus terjadi di Indonesia. Jika Valent terkunci di Amerika, dengan segera Tommy bisa memecahkan kaca dan menolong anjing malang tersebut karena undang-undang perlindungan hewan disana. Sayangnya pemberlakukan undang-undang perlindungan hewan ini masih minim di Indonesia. Kesadaran pemilik hewan terhadap kesejahteraan peliharan di Indonesia juga masih perlu ditingkatkan lagi.

Semoga tidak ada Valent-Valent berikutnya ya!

#SUpayaKItaTAhu
#SelamatkanValent
#Terkini

Tags: Hewan, Save Hewan, SUpayaKItaTAhu, Terkini

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share