Dikritik Fifi Lety, Putri Ahok Malah Bela Pembuat Film ‘A Man Called Ahok’

A Man Called Ahok

Baru hari ini (8/11) film A Man Called Ahok resmi diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Film garapan sutradara Putrama Tuta ini terinspirasi dari masa kecil Basuki Tjahaja Purnama, mantan gubernur DKI Jakarta 2014-2017. Melalui film ini para Ahokers, nama fans Ahok, bisa mengintip masa lalu Ahok dan keluarganya di Bangka Belitung sebelum akhirnya sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Namun menurut Fifi Lety Tjahaja Purnama, adik kandung Ahok, film ini memberikan beberapa cerita bohong.

View this post on Instagram

Buat yg kangen dan mau tahu kebenaran, nonton lah you tube ini dan bacalah Buku A man called Ahok. Karena Waktu bikin Buku dan you tube ini masih jujur research dan buat cerita Yg benar2 berdasarkan bukti fakta Yg ada makanya kita approved. Tetapi Ternyata setelah film jadi ….saya engak tega nontonnya masa kecil Kami dan papa Mama kami Jadi beda bahkan sopir kami pun beda k😂 Bukankah true story Harusnya sama dgn cerita aslinya dan org2 Yg Di cerita kan sebaik mungkin sesuai dgn karakter yg ada? Film2 bagus hasil karya Yg baik sampai baju pun Di sama kan dgn zaman dan tokoh tersebut. Org Yg memerakan tokoh Yg Di perankan paling tidak pernah ketemu ya x Kalau masih Hidup orgnya ? Kalau uda meninggal paling tidak foto2nya kan ya ? Research gitu x ya ? Kalau saja Saya tidak pernah membantu mrk tentu Saya tidak Perlu kecewa karena film ini tdk akan pernah ada. Saya tidak bisa diam saja karena ini cerita Papa saya Yg mrk buat namanya kejujuran dan kebenaran tetap harus Di utanakan Apapun alasannya kan mottonya juga BTP. Saya uda ber x2 mencoret transkrip meminta buang semua andengan bohong Ttp Ternyata mrk sudah selesai shooting baru kasih kita baca transkrip dan baru minta kita support dan approved. Untung akhirnya BTP ikut campur minta dengan keras buang semua cerita bohong, Kalau tidak Engak kebayang film jadinya spt apa. Well semua cerita bohong Uda Di buang Yg lain ya uda terpaksa Di Trima walaupun tdk sesuai Ttp ya uda lah Penting engak ada kebohongan dan tidak merugikan BTP. Untuk film saya Sudah minta ber x2 gambaran Papa saya Diisesuai kan dgn Papa saya Ttp karena mrk uda selesai shooting baru kasih liat transkrip ke kita ., ya jadi Sedih kok Papa saya kayak gitu cara pakaiannya gayanya semua beda. Untunglah semua bagian2 bohong tdk sesuai aslinya Sudah Di cutt itupun setelah koko Ahok sendiri Yg minta baru mrk mau cutt bagian2 tsb. Akhirnya keluarga terpaksa trima tidak sesuai dengan true story asal ada foto2 asli kami Di masukan di film tsb. Saya tidak tega nonton gambaran ttg papa saya dengan Gaya Yg bukan Papa saya. Buat yang mau nonton Silakan aja ambil positipnya aja kayak koko yuyu ( Basuri ) 🙏😇🙏

A post shared by Fifi Lety Tjahaja Purnama (@fifiletytjahajapurnama) on

Setelah menonton premier film A Man Called Ahok hari Selasa (5/11) lalu, Fifi Lety mengaku sangat kecewa. Ia menilai film ini memiliki banyak cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan. Fifi melihat tokoh Papa, Kim Nam, dan Mama, Buniarti, tidak digambarkan dengan baik. Menurutnya rumah produksi The United Team of Art tidak melakukan riset dengan baik dan mencari narasumber langsung yang masih hidup untuk mendapatkan cerita yang sebenarnya tentang masa lalu keluarga Ahok di Bangka Belitung dulu.

Saya tidak bisa diam saja karena ini cerita Papa saya yang mereka buat. Namanya kejujuran dan kebenaran tetap harus diutamakan. Apapun alasannya. Kan mottonya juga BTP (Basuki Tjahaja Purnama).

Fifi merasa sangat kecewa karena menganggap skenario film ini baru diserahkan setelah selesai syuting sehingga ia tak lagi bisa mengubah cerita bohong yang ada. Ia berkata bahwa Fifi dan Ahok sudah berusaha meminta rumah produksi untuk menghapus bagian-bagian yang tidak sesuai kenyataan tapi tak dihiraukan. Akhirnya mereka harus menerima film itu meskipun ada banyak bagian yang tidak sesuai. Ia juga menghimbau Ahokers agar membaca buku A Man Called Ahok daripada menontonton filmnya untuk mendapatkan kisah sebenarnya dari masa lalu Ahok.

Anak Ahok, Nathania, malah membela pembuat film A Man Called Ahok

Menanggapi protes tantenya, Nathania Purnama, anak kedua Ahok angkat bicara. Gadis berusia 17 tahun ini mengingatkan tantenya tentang perbedaan adaptasi, replika dan membuat cerita berdasarkan masa lalu seseorang. Ia mengunggah tangkapan layar arti ketiga kata tersebut dari kamus online dan membagikannya di instastrory.

 

A Man Called Ahok
(Foto: instagram.com/nata.decoco17)

Menurut Nathania wajar bahwa film tersebut tidak bisa benar-benar menggambarkan keadaan masa lalu Ahok karena cerita ini adalah cerita adaptasi, bukan cerita replika. Yang penting dasar atau fondasi dari cerita ini adalah benar. Ia menganggap film ini bukanlah “cerita bohong” karena masih memiliki inti yang sama dengan masa lalu ayahnya.

Nathasa juga menegur Fifi Lety agar tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian tidak masuk akal, kepicikan dan merendahkan orang lain. Selain itu ia juga memohon maaf kepada produser film A Man Called Ahok atas unggahan tantenya sekaligus berterima kasih atas kerja keras mereka yang sudah melahirkan film tentang ayahnya.

Apakah teman-teman SUKITA ID sudah menonton film A Man Called Ahok? Bagaimana pendapat kamu tentang film ini?

#SUpayaKItaTAhu
#AManCalledAhok
#Film

Tag: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 shares