4 Alasan Mengapa Rasa Kesepian di Usia 20-an Bisa Terjadi

Rasa Kesepian di Usia 20-an

Banyak orang yang berkata bahwa usia 20-an adalah masa keemasan bagi semua orang. Kebebasan untuk memilih jalan hidup sendiri setelah dewasa merupakan salah satu alasan mengapa usia 20-30 tahun terlihat begitu gemerlapan. Namun menurut studi yang diterbitkan dalam Developmental Psychology, ada rasa kesepian di usia 20-an yang akan menghantui dewasa muda setelah lulus sekolah.

Fenomena rasa kesepian di usia 20-an ini dikomentari oleh seorang terapis psikologi Amerika Serikat, Tess Brigham. Tess Brigham sehari-hari bekerja untuk melayani permasalah generasi milenial berbasis di San Fransisco. Menurutnya ada tiga alasan mendasar mengapa banyak dewasa muda mulai merasa kesepian setelah lulus dari sekolah.

“Banyak klien saya berpikir bahwa mereka perlu memiliki karier yang luar biasa, menikah, dan memiliki kehidupan sosial yang hebat sebelum berusia 30 tahun,” papar Brigham mengutip Healthline.

Berbeda dengan sekolah dan kuliah dimana semua progres terlihat seragam, setelah lulus sekolah semua orang harus harus menentukan jalan hidupnya sendiri. Di usia 20-an, perbedaan progres dari diri kita dan orang lain akan nampak lebih jelas dibandingkan saat masih sekolah. Jabatan, gaji, status dan lingkaran pertemanan menjadi salah satu penanda dari kesuksesan hidup di usia 20-an.

Orang-orang yang merasa belum berhasil mencapai keberhasilan sebelum usia 30-an ini akan mudah merasa kesepian. Namun kegagalan itu sendiri tak pasti akan bertumbuh menjadi rasa kesepian. Media sosial memiliki pengaruh yang kuat atas perasaan kesepian yang dialami oleh dewasa muda.

“Media sosial, yang merupakan sorotan utama dari semua orang, membuat banyak anak muda merasa sendirian dan tersesat,” kata Brigham.

Selain media sosial, lingkaran pertemanan juga menjadi alasan kesepian bisa terjadi. Di usia 20-an anggota dalam lingkaran pertemanan akan berpencar dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dewasa muda merasa kesulitan untuk membangun kedekatan dengan teman mereka, berbeda dengan cara pertemanan saat masih sekolah dulu. Padahal, memiliki kelompok pertemanan yang baik dapat mendukung seseorang lepas dari rasa sepi.

Perasaan kesepian ini diperburuk dengan rasa takut untuk mengakui perasaan sendiri. Stigma buruk tentang rasa sepi membuat dewasa muda enggan mengungkapkan perasaan mereka sehingga merasa semakin terpuruk dan sendirian. Menurut Carla Manly, seorang psikolog klinis asal California, Amerika Serikat, siklus kesepian ini terjadi karena banyak anak muda yang tak mau mengaku kesepian.

“Siklus ini terus berlanjut dan kerap berujung pada depresi atau isolasi yang kuat. Jika kita terus berpikir tentang apa yang kita inginkan dalam hidup, hal itu hanya akan semakin membuat kita kecewa,” kata Manly.

Ternyata quater life crisis adalah perasaan nyata yang dialami oleh dewasa muda. Rasa kesepian di usia 20-an ini akan terus terjadi selama teman-teman SUKITA ID berhasil menemukan hal yang membuatmu merasa lebih “bersemangat” dan belum berhasil menerima diri sendiri sebagaimana adanya. Mungkin ini adalah saatnya kita tak selalu membandingkan kegagalan diri sendiri dengan keberhasilan orang lain dan mulai mengapresiasi keberhasilan yang berhasil kita capai sekecil apapun itu.

Bagaimana cara teman-teman SUKITA ID mengusir rasa kesepian di usia 20-an?

Sumber: cnnindonesia.com

#SUpayaKItaTAhu
#RasaKesepianDiUsia20an
#Hubungan

Tags: Generasi Muda Indonesia, Kesepian, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 shares