Sambut Hari Batik, Happy Salma Garap Film Pendek Berjudul ‘Sekar’

Aktris Happy Salma diwartakan menggarap film pendek untuk memperingati Hari Batik Nasional berjudul “Sekar”. Dilansir dari kompas.com, film tersebut merupakan proyek kerja sama antara Djarum Foundation serta Titimangsa Foundation yang dikepalai oleh Happy. Menurut pengakuan Happy, ide pembuatan “Sekar” berawal saat dirinya tertarik untuk membuat film yang mampu menyokong bisnis perhiasan bercorak batik yang ia kelola.

“Jadi memang awalnya waktu itu punya ide, saya ada brand Tulola, jadi ambil motif dari batik Kudus jadi perhiasan. Saya membayangkan bagaimana orang bisa merasakan batik itu adalah sebuah proses kehidupan,” kata Happy dalam acara jumpa pers film Sekar di Galeri Indonesia Raya, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018), dikutip dari kompas.com.

“Coba kita bikin ya film pedamping untuk perhiasan itu. Sampai akhirnya saya lupa dengan perhiasan yang akan kita buat. Karena keasyikan menggali bagaimana membuat film ini dan dipublikasikan ke orang banyak,” tambahnya.

Happy diketahui bertindak sebagai produser dalam film ini. Aktris berusia 38 tahun tersebut mengaku tetap bersemangat mengerjakan proyek ini meski ia baru  melahirkan anak keduanya beberapa waktu lalu. Happy berpendapat bahwa seluruh kru film “Sekar”nampak telah menggarap proyek ini secara maksimal di bidangnya masing-masing.

“Ada momen-momen dimana mereviw film saya baru saya melahirkan 2 hari, wifinya susah dirumah sakit, tapi itu malah membuat saya semakin semangat,” ucap Happy, seperti yang dimuat di laman detik.com, Senin (1/10/2018).

“Untungnya pemain-pemainnya memang sudah punya konsen dan semangat yang sama jadi semuanya itu menyatu dengan sendirinya,” sambung Happy.

Bercerita tentang hubungan anak dan ibu beserta batik

Film Sekar kabarnya berkisah tentang perempuan tuna netra bernama Sekar yang melabuhkan seluruh dunianya pada batik karya ibunya. Film pendek besutan Kamila Andini ini dibintangi oleh Sekar Sari dan Christine Hakim. Menurut Sekar, film ini menampilkan ikatan yang terjalin antara seorang ibu dan anak. Ia juga mengatakan hubungan tersebut memiliki kemiripan dengan filosofi yang terkandung di balik kain batik.

“Dan film ini juga relasi yang sangat erat antara ibu dan anak. Saya rasa di situlah makna batik dan cinta kasih ibu ke anak sama-sama intangible,” tutur Sekar, dikutip dari kompas.com.

“Seperti batik kadang kita enggak ngerti apa sih maknanya, tapi ternyata ada filosofinya, itu adalah rapalan-rapalan doa. Cinta kasih ibu ke anak sangat abstrak, jadi kita harus mengaktifasi semua indra. Sama kayak batik, kadang tidak bisa dimengerti hanya dengan dilihat,” lanjut Sekar.

Film Sekar dikabarkan mempunyai durasi 30 menit. Akun youtube IndonesiaKaya diketahui sudah meluncurkan film Sekar versi 8 menit mulai hari Selasa (2/10/2018) ini. Berikut adalah cuplikan video yang dimaksud.

Apakah teman-teman SUKITA ID menikmati tayangan video di atas?

#HappySalmaGarapFilmSekar
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Film, Film Pendek, Happy Salma, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares