Rachel Morrison Jadi Sinematografer Wanita Pertama yang Masuk Dalam Nominasi Oscar

Rachel Morrison Jadi Sinematografer Wanita Pertama yang Masuk Dalam Nominasi Oscar

Sinematografi tentu berperan penting dalam kesuksesan sebuah film. Setiap gambar yang ditayangkan oleh sinematografer nantinya dinikmati langsung oleh setiap penonton. Oleh sebab itu, teknik pengambilan gambar adegan perlu dicermati dengan baik agar para penonton dapat terpuaskan dari segi visual. Selain itu, teknik pengambilan gambar juga diketahui berpengaruh terhadap cara pandang penonton terhadap film. Dunia yang ditampilkan para sinematografer ini nantinya menentukan hal-hal yang dibayangkan penonton terkait film yang ditonton.

Di Hollywood, orang yang dipercayakan menjadi sinematografer umumnya berasal dari kalangan laki-laki. Perempuan yang berkiprah dalam hal sinematografi diketahui masih terbilang sangat sedikit. Dilansir dari Now This, jumlah sinematografer wanita yang bekerja di industri film hanya berjumlah 4%. Data tersebut menggambarkan adanya ketimpangan gender dalam bidang sinematografi.

Belum lama ini, sejarah baru tercipta dalam ajang penghargaan Oscar 2018. Di dalam kategori sinematografi terbaik, muncul nama sinematogfaer wanita untuk yang pertama kalinya. Wanita yang berhasil mencetak sejarah tersebut diketahui bernama Rachel Morrison. Ia mendapatkan nominasi tersebut berkat perannya sebagai sinematografer di film Mudbound.

Rachel Morrison Jadi Sinematografer Wanita Pertama yang Masuk Dalam Nominasi Oscar
(Foto: musicbed.com)

Wanita yang mencetak sejarah baru dalam Oscar

Banyak pihak kagum dengan prestasi yang diraih Rachel tersebut. Pasalnya, peran sinematografi wanita sebelumnya sering dipandang sebelah mata oleh dunia perfilman Hollywood. Selama 89 tahun berlangsungnya Oscar, pemenang sinematografi terbaik diketahui hanya berasal dari kaum laki-laki. Terpilihnya Rachel dalam nominasi sinematografi terbaik membuktikan wanita memiliki kualifikasi sejajar dengan laki-laki dalam hal pengambilan gambar.

“Meskipun sulit dipercaya bahwa butuh waktu lama untuk memecahkan plafon ini, saya benar-benar merasa terhormat dan gembira menerima penghormatan besar ini,” ujar Rachel sewaktu memberikan tanggapan terkait nominasi Oscar yang ia dapat, dikutip dari kompas.com.

Rachel berharap pencapaiannya tersebut mampu menginspirasi setiap wanita yang bermimpi menjadi sinematografer handal. Ia mengajak seluruh perempuan untuk berani mengejar mimpi tersebut.

“Saya harap nominasi ini bisa mendorong lebih banyak perempuan untuk meletakkan kamera di bahu mereka, atau mengikuti mimpinya tak peduli seberapa jauh tampilannya,” tambahnya.

Film Mudbound memang diketahui banyak menggunakan kru dari kalangan wanita. Bagian tata rias, komposer, editor, serta sound engineer dalam film ini dipegang oleh wanita. Sebelum mendapatkan nominasi Oscar, Rachel juga telah menerima nominasi penghargaan dari beberapa ajang penghargaan lewat film Mudbound, di antaranya adalah Outstanding Achievement in Cinematography in Theatrical Releases dari ASC Award 2018, Best Cinematography dari Critics Choice Award 2018 , serta Best Cinematography dari CFCA Award 2018. Hebat, ya!

Di dalam nominasi kategori sinematografi terbaik Oscar 2018, Rachel akan bersaing dengan Hoyte van Hoytema dari film Dunkirk, Roger Deakins dari film Blade Runner 2049, Bruno Delbonnel dari film Darkest Hour, serta Dan Lausten dari film The Shape of Water.

 

Hebat sekali ya wanita ini. Adakah teman-teman SUKITA ID dari kalangan wanita yang tertarik menjajal bidang sinematografi?

#SinematograferWanitaPertamayangMasukNominasiOscar
#SUpayaKItaTAhu

Tag: , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share