Mesin Pengais Konten Negatif Kominfo Aktif Mulai 3 Januari, Apa Saja Keunggulannya?

Mesin Konten Negatif Kominfo Aktif Mulai 3 Januari Apa Keunggulannya

Untuk memerangi pornografi serta konten negatif lainnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjalankan mesin pengais konten negatif bernama AIS sejak tanggal 3 Januari 2018. Mesin pengais ini digunakan Kominfo untuk dapat menghentikan penyebaran konten pornografi, kekerasan, SARA, dan hal-hal berbau radikalisme di dunia digital Indonesia. AIS  diketahui sebelumnya dibuat oleh PT Industri Komunikasi (INTI) yang berhasil memenangkan lelang mesin dari Keminfo pada bulan Agustus tahun 2017.

Biaya pembuatan AIS ini tidaklah murah. Pembuatan mesin sensor ini dikabarkan menghabis biaya seharga 200 milyar rupiah. Biaya proyek tersebut dibayar dengan menggunakan sistem “Lump Sump”. AIS akan digunakan oleh tim khusus Kominfo yang beranggotakan 58 orang. Mereka semua memegang kendali penuh atas berlangsungnya mesin ini serta bertugas selama 24 jam.

Mesin Konten Negatif Kominfo Aktif Mulai 3 Januari Apa Keunggulannya
(Foto: fajarsumatera.co.id)

Proses kerja ini dimulai setelah pengguna memasukkan kata kunci yang dikehendaki. Setelah itu, AIS akan melakukan proses mengais atau crawling konten negatif yang berkaitan dengan kata tersebut dalam waktu 5-10 menit. Selain hemat waktu, jumlah situs yang akan mengalami proses penyaringan melalui mesin ini juga terbilang banyak. Crawling yang dilakukan AIS mampu menyaring hingga jutaan konten negatif dalam satu kali pemakaian. Hebat, ya?

Di antara jutaan konten negatif tersebut, pihak Kominfo akan memilih puluhan ribu konten prioritas yang dianggap paling berbahaya berpijak pada jumlah penayangan serta potensi viral. Konten prioritas yang sudah diseleksi tersebut akan melewati proses verifikasi oleh tim verifikator. Mereka akan melakukan penilaian untuk menentukan apakah konten tersebut masih sesuai dengan aturan atau sudah melewati batas.

Mesin Konten Negatif Kominfo Aktif Mulai 3 Januari Apa Keunggulannya
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (tengah) (Foto: kumparan.com)

AIS diketahui telah dilakukan uji coba oleh Kominfo beberapa hari sebelumnya. Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, menganggap mesin ini mampu melakukan proses penyaringan secara cepat dan. Menurutnya, AIS mampu bekerja lebih cepat dalam menyaring konten ketimbang proses penyaringan di tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diketahui setelah beberapa kata kunci “pornografi” dimasukkan ke mesin tersebut saat masa uji coba.

“Terbukti jauh lebih cepat. Selama bertahun-tahun kami cuma mampu menyaring 750.000 konten pornografi. Ini sekarang baru tiga hari saja sudah hampir 120.000,” ungkap pria yang biasa dipanggil Semmy tersebut saat ditemui dalam War Room Kominfo, Medan Merdeka, Jakarta dilansir dari kompas.com.

Dapat digunakan oleh lembaga-lembaga lain di luar Kominfo.

“Mesin ini dapat dikoordinasikan dengan BNPT untuk mencari konten berbau teroris, dengan OJK soal investasi bodong, obat-obat tak berizin dengan BPPOM, penjualan narkoba di internet dengan BNN, bukan hanya untuk kebutuhan Kominfo,” ujar Semmy, dikutip dari liputan6.com.

sumber: berbagai sumber

#KeunggulanMesinAIS
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Keungulan Mesin AIS, SUpayaKItaTAhu, Terkini

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares