Mengakses Ponsel Pasangan Tanpa Izin Kini Dapat Didenda Rp 1 Miliar di Arab Saudi

Mengakses Ponsel Pasangan Tanpa Izin Kini Dapat Didenda Rp 1 Miliar di Arab Saudi

Menggunakan ponsel pasangan tanpa izin kini dapat dijatuhi sanksi pidana di Arab Saudi. Peraturan tersebut mengatakan suami atau istri yang memakai ponsel milik pasangannya secara rahasia denan tujuan mencari kesalahan dapat diberikan hukuman penjara maksimal satu tahun dan denda maksimal senilai 500.000 riyal (sekitar Rp1,8 Miliar).

Bagi pemerintah Arab Saudi, mengawasi perangkat elektronik orang lain secara ilegal termasuk ke dalam perilaku kriminal yang berhubungan dengan kejahatan teknologi informasi. Berdasarkan informasi yang dimuat dalam situs Al Arabiya melalui kompas.com, pembuatan hukuman ini dimaksudkan untuk mereka yang menggunakan ponsel orang lain. Sementara itu, proses pembuktian dilakukan dengan melihat perangkat bersandi yang telah dibuka tanpa melewati proses perizinan.

Penambahan hukuman baru

Hukuman baru dapat dijatuhkan kepada pelaku apabila mereka telah terbukti menggali informasi dari ponsel dan memilih untuk meneruskannya. Apabila tidak ditemukan adanya informasi yang dibagikan, pelaku hanya mendapat peringatan dari hakim serta diharuskan mengganti kerugian yang dialami korban. Penasihat Hukum Abdul Aziz bin Batel beranggapan bahwa perilaku kejahatan teknologi informasi yang memanfaatkan perangkat elektronik dapat ditindak berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Tidak berlaku untuk ponsel anak-anak yang diawasi oleh orang tua

Batel mengatakan denda yang dibayar oleh pelaku nantinya masuk ke dalam kas negara, bukan untuk para korban yang mengalami kerugian. Perlu diketahui, peraturan ini tidak berlaku untuk para orang tua yang menggunakan ponsel anaknya dengan tujuan membimbing, memberikan arahan serta melindungi mereka. Dengan demikian, peraturan ini berkonteks pada seseorang yang mengambil dan menyimpan data milik pasangannya dari ponsel. Tidakan tersebut juga dimasukkan ke dalam kategori kasus pencemaran nama baik dengan pemikiran bahwa data yang disimpan akan disebarkan oleh pelaku di waktu lain.

Aturan ini ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi sebagai usaha untuk memerangi kejahatan siber serta untuk membantu keamanan informasi. Peraturan ini  juga disahkan untuk menjaga hak pengguna internet serta memberikan perlindungan terhadap kepentingan dan moral masyarakat.

Apakah teman-teman SUKITA ID setuju dengan pembuatan aturan ini?

sumber: kompas.com

#AksesPonselTanpaIzinDapatDikenakanSanksi
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Arab Saudi, Aturan Baru, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares