Bulan Purnama Picu Terjadinya Gempa Bumi Besar, Mitos atau Fakta?

Bulan Purnama Picu Terjadinya Gempa Bumi Besar, Mitos atau Fakta?

Bencana gempa kembali melanda Indonesia pada hari Selasa (23/01/2018) kemarin. Titik episentrum gempa diketahui berada di laut yang berlokasi 43 km dari Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Provinsi Banten. Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) tersebut dikabarkan terasa kuat hingga ke daerah Jakarta. Guncangan  ini tentu saja membuat panik para semua warga Jakarta, terutama mereka yang berada di dalam gedung perkantoran serta rumah sakit.

Saat gempa ini terjadi, berhamburan orang keluar bangunan untuk menyelamatkan diri masing-masing. Suasana Jakarta terasa sangat mencekam kala itu. Tidak lama setelah gempa ini terjadi, tiba-tiba muncul kabar mengenai kedatangan gempa susulan dengan kekuaatan 7,5 SR di malam hari. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa panik pada sebagian warga. Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih jauh, kabar tersebut dikonfirmasi tidak benar oleh Pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG, gempa yang terjadi di Banten tersebut dipicu oleh pergeseran lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Selain di Indonesia, gempa juga dikabarkan mengguncang daerah Alaska pada hari Selasa (23/01/2018) kemarin. Gempa yang terjadi Alaska diketahui berkekuatan 7,9 SR dan berpotensi menyebabkan tsunami.

Sejumlah pihak menganggap rangkaian gempa yang terjadi di beberapa wilayah bumi ini merupakan dampak dari posisi bulan. Mitos pengaruh bulan terhadap aktivitas geologi ini juga semakin dipercaya mengingat tanggal 31 Januari 2018 akan terjadi gerhana bulan. Namun, apakah kehadiran bulan purnama benar dapat memicu terjadinya gempa besar?

Hubungan gempa dan posisi bulan

Bulan Purnama Picu Terjadinya Gempa Bumi Besar, Mitos atau Fakta?
(Foto: timeanddate.com)

Anggapan tersebut ternyata dibantah oleh seorang peneliti dari U.S geological Survey (USS), Susan Hough. Mengacu pada statistik yang ia punya, Susan mengatakan hal tersebut hanyalah mitos. Menurutnya, gempa besar tidak berkaitan dengan kehadiran bulan purnama.

“Itu jelas sebuah mitos besar tentang gempa, yaitu gempa besar terjadi pada bulan purnama,” tutur Susan di LA Times, Selasa (16/1/2018) lalu, dikutip dari kompas.com

Di dalam penelitiannya yang berjudul Seismological Research Letters, Susan melihat data berupa 204 gempa bumi berkekuatan 8 SR atau lebih mulai dari 1600-an. Data-data yang diperoleh Susan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada bukti kuat yang memperlihatkan keterkaitan antara tingkat gempa dengan posisi bumi terhadap matahari atau bulan.

Danny Hilman Natawidjaja, Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, juga menganggap hubungan sinar bulan dan gempa hanyalah mitos. Hal tersebut ia katakan hanyalah pendapat yang mengada-ngada. Danny berkata bahwa kedua hal tersebut tidak berkaitan sama sekali.

“Tidak ada kaitannya. Itu suatu perkiraan orang dihubung-hubungkan orang,” ucap Dannya dikutip dari merdeka.com.

Meskipun banyak yang menganggap kedua hal tersebut tidak berhubungan, Susan Hough diketahui masih membuka kemungkinan keterkaitan posisi bulan dengan gempa bumi. Ia menemukan informasi tentang jumlah tertinggi gempa yang ternyata terjadi 7 hari setelah bulan purnama. Menurutnya, pasang surut air laut dapat memicu terjadinya gempa walau hanya kecil.

Susan mengatakan titik pasang surut air laut sudah jarang terjadi sehingga tidak dapat dikatakan benar bahwa gempa dan posisi bulan berkaitan. Akan tetapi, Susan mengaku bahwa dirinya sedikit terkejut terhadap fakta bahwa gempa bumi terjadi di hari yang tidak populer secara pengetahuan. Ia masih mempelajari penelitian ini secara lebih dalam.

Kaitan antara gempa dan posisi bulan sebelumnya disetujui oleh para peneliti Jepang pada tahun 2016. Satoshi Ide, pakar seismolog University of Tokyo mengungkapkan informasi ini dalam jurnal Nature Geoscience. Menurut Honn Kao, salah seorang peneliti dari Geological Survey di Kanada, penelitian Ide masih jauh dari sempurna. Menurutnya, penelitian Ide tidak terlalu jelas menggambarkan hubungan antara posisi bulan dan gempa.

Hingga saat ini, penelitian tentang hubungan posisi bulan dan gempa masih terus dilakukan oleh para ahli. Menurut teman-teman SUKITA ID, apakah terdapat hubungan antara posisi bulan dan gempa?

#BulanPurnamaPicuGempa
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Bulan Purnama Picu Gempa Bumi, Mitos, Mitos atau Fakta, SUpayaKItaTAhu

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares