Brand Fashion Hermes Taruh Minat pada Batik Asal Kota Malang

Brand fashion dunia, Hermes, dikabarkan menaruh minat pada batik khas kota Malang produksi Handpainting Organic Batik Buring. Rahmi Masita selaku pemilik Handpainting Organic Batik Buring mengatakan pihaknya aktif mengirim 10 potong kain batik ke Hermes. Menurut pengakuan Rahmi, ia biasanya mengirim batik dengan motif yang diminta pihak Hermes. Ia juga terkadang mengirim batik dengan motif ciri khas kota Malang ke sana.

“Kalau motif terkadang juga ada permintaan khusus dari pihak Hermes. Pernah juga mereka meminta kami untuk membatik Patung Liberty dengan tambahan bordir motif batik di kainya,” ujar Rahmi, seperti yang dimuat di laman kompas.com, Senin (8/10/2018).

Dilansir dari tribunnews.com, Handpainting Organic Batik Buring menjual batik kepada Hermes dengan harga variatif. Harga ditentukan berdasarkan alat dan bahan produksi yang dipakai, misalnya seperti jenis kain serta bahan penambah warna pada batik. Tingkat kerumitan motif juga diketahui menjadi pertimbangan Rahmi dalam menentukan harga batik yang ia jual.

“Kalau untuk jenis kain yang biasa kami kirim ke Hermes harganya Rp 5 juta. Kalau untuk bahan lain selain sutra biasanya dibanderol mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta. Harga yang ditawarkan tersebut sesuai dengan proses pembuatan serta kerumitan motif yang dipesan,” ucap Rahmi, dikutip dari tribunnews.com, Minggu (7/10/2018).

Asal mula kerja sama Handpainting Organic Batic Buring dengan Hermes

Berdasarkan keterangan Rahmi, kerja sama antara Handpainting Organic Batik Buring dan Hermes bermula saat kedua pihak bertemu dalam acara lingkungan yang digelar Danone. Kala itu, Hermes mengaku tertarik pada kain batik yang diproduksi Rahmi. Setelah pertemuan tersebut, pihak Hermes mengundang suami Rahmi ke Paris untuk membahas rencana kerja sama antara Hermes dan Handpainting Organic Batik Batik Buring.

“Batik dari kami tidak diperjualbelikan oleh Hermes. Tetapi batik kami dijadikan bingkisan eksklusif bagi tamu-tamu kehormatan pihak Hermes. Biasanya bentuk yang diminta adalah berupa scarf dengan motif bordir khas Batik Indonesia,” kata Rahmi, dikutip dari kompas.com.

Menurut pengakuan Rahmi, ada alasan tertentu yang membuat Hermes berminat pada usaha batik yang ia kembangkan. Ia mengatakan Hermes tertarik pada bahan alami yang digunakan Handpainting Organic Batik Buring dalam memproduksi batik. Bahan yang dipakai Rahmi dalam membuat batik di antaranya adalah kulit pohon Jati, Secang, Mahoni, dan beberapa jenis pohon tua lain. Rahmi menjelaskan bahan-bahan tersebut bersifat ramah lingkungan. Demikian dilansir dari laman kompas.com, Senin (8/10/2018).

Apakah teman-teman SUKITA ID berminat pada batik yang diproduksi oleh Handpainting Organic Batik Buring ini?

#HermesTaruhMinatBesarpadaBatikAsalMalang
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Batik, Handpainting Organic Batik Buring, Hermes, SUpayaKItaTAhu, Terkini

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares