Ada Campur Tangan Desainer Indonesia di Film ‘Crazy Rich Asians’

Film Crazy Rich Asians telah diputar di bioskop Indonesia mulai tanggal 11 September 2018. Film karya Jon M. Chu ini berkisah tentang wanita keturunan Asia bernama Rachel yang tak menduga bahwa keluarga kekasihnya memiliki kekayaan fantastis. Aktor dan aktris yang bermain dalam film ini rata-rata memiliki darah Asia, misalnya seperti Constance Wu, Nick Young, dan Michelle Yeoh. Film Crazy Rich Asians diangkat dari novel berjudul sama karangan Kevin Kwan

Crazy Rich Asians diketahui mendapat tanggapan positif di Amerika Serikat. Film produksi Warner Brothers ini sukses merajai tangga box office Amerika Serikat selama tiga minggu berturut-turut. Salah satu hal yang dianggap mendukung kesuksesan film Crazy Rich Asians adalah kehadiran desain produksi yang indah dan memukau. Desain produksi film ini kabarnya melibatkan peran Set Designer asal Indonesia bernama Teddy Setiawan Kho. Sebelum mendapat tawaran kerja di film Crazy Rich Asians, Teddy mengaku sudah mengaku sudah membaca novel aslinya terlebih dahulu.

“Saat membaca (novelnya), saya tentu sudah memiliki beberapa gambaran visual dalam pikiran saya dan saya sebenarnya berkata kepada teman saya bahwa itu adalah buku yang sangat menarik dan seharusnya dibuat menjadi sebuah film. Dan, tiba-tiba, saya dipanggil untuk mengerjakan proyek itu (film Crazy Rich Asians). Kebetulan sekali, bukan? ” tutur pria berusia 38 tahun tersebut, dikutip dari thejakartapost.com.

Tugas yang diberikan kepada Teddy dalam proyek film Crazy Rich Asians 

Ada Campur Tangan Desainer Indonesia di Film 'Crazy Rich Asians'
(Foto: imdb.com)

Saat menggarap film Crazy Rich Asians, Teddy bekerja sama dengan desainer produksi bernama Nelson CoatesDi bawah arahan Coates, Teddy mengembangkan ide desainer produksi dan desain konseptual ke dalam bentuk desain nyata yang akan digunakan untuk keperluan film. Proses produksi film Crazy Rich Asians sebagian besar dikerjakan di Malaysia. Beberapa daerah Malaysia yang dijadikan lokasi syuting adalah Kuala Lumpur, Penang, dan Langkawi.

“Kami harus mengubah rumah tamu pemerintah Malaysia yang terlantar menjadi Tyersall Park, merancang dan membangun interior pesawat keluarga Young dari awal, mengubah bar anggur menjadi toko perhiasan, mengubah museum menjadi rumah Goh, serta mengubah St. Joseph Church and Gardens by the Bay di Singapura untuk pernikahan besar dalam waktu empat sampai lima minggu, “ucap Teddy.

Di film Crazy Rich Asians, Teddy dan rekan tim desainer produksi juga ditantang untuk membangun desain interior pesawat. Tugas tersebut diberikan kepada tim desainer produksi setelah Singapore Airlines (SIA) menolak tawaran menjadi sponsor film ini. Brad Thompson selaku Co-Producer Crazy Rich Asians menduga SIA khawatir bahwa film ini tidak dapat mewakili maskapai dan pelanggan mereka dalam keadaan yang baik.

Teddy sendiri mengaku bersyukur saat SIA menolak tawaran untuk tampil sebagai sponsor Crazy Rich Asians. Menurut Teddy, hal tersebut memberinya peluang untuk belajar merancang desain interior pesawat secara maksimal dalam film ini. Komentar ini disampaikan Teddy melalui akun twitter pribadinya, @ted_kho, pada hari Rabu (5/9/2018).

Dilansir dari detik.com, Teddy diketahui telah mengerjakan sejumlah proyek film di sepanjang kariernya dalam bidang Art Department. Pria yang lulusan ITB tersebut kabarnya ditunjuk sebagai Art Director dalam film Beirut besutan Brad Anderson. Ia juga terlibat dalam penggarapan film Beyond Skyline yang dibintangi Yayan Ruhian dan Iko Uwais.

Apakah teman-teman SUKITA ID puas dengan hasil kerja Teddy dan rekan-rekannya di film Crazy Rich Asians?

#AdaCampurTanganOrangIndonesiadiFilmCrazyRichAsians
#SUpayaKItaTAhu

Tag: , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share