5 Negara Ini Berlakukan Aturan Volume Pengeras Suara di Masjid

Belum lama ini, warga Indonesia asal Medan bernama Meiliana dijatuhi vonis penjara 18 bulan lantaran mengeluhkan volume suara adzan yang dianggapnya terlalu keras. Vonis hukuman tersebut diberikan oleh Pengadilan Tinggi Sumatera Utara atas pasal penistaan agama. Kejadian yang dialami Meiliana kabarnya tidak hanya mendapat sorotan dari dalam negeri, melainkan juga media massa asing.

Dilansir dari liputan6.com, Indonesia diketahui belum memiliki aturan tentang batasan volume pengeras suara di masjid. Kementerian Agama Republik Indonesia hanya mengeluarkan aturan penggunaan pengeras suara untuk kepentingan ibadah. Merujuk pada instruksi Direktur Jenderal  Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, tiap masjid diperbolehkan memakai pengeras suara untuk adzan dan pembacaan Alquran dengan batas maksimal 15 menit hingga waktu shalat tiba.

Sejumlah negara muslim dikabarkan sudah mengatur aturan pemakaian volume pengeras suara masjid. Aturan tersebut biasanya disusun oleh pemerintah beserta ulama setempat dengan harapan volume suara masjid tidak menganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Negara mana sajakah itu? Berikut adalah 5 negara yang telah memberlakukan aturan volume pengeras suara di masjid.

1. Mesir

5 Negara Ini Berlakukan Aturan Volume Pengeras Suara di Masjid
(Foto: alshahidwitness.com)

Pemerintah Mesir diwartakan melarang pemakaian pengeras suara masjid selain untuk kepentingan adzan. Kebijakan yang mulai berlaku sejak bulan Ramadhan tahun 2018 ini ternyata disetujui oleh Universitas Al-Azhar. Menurut pihak Universitas Al-Azhar, bunyi yang dihasilkan pengeras suara dapat mengacau ketenangan pasien rumah sakit serta para manula.

2. Bahrain

5 Negara Ini Berlakukan Aturan Volume Pengeras Suara di Masjid
(Foto: bfgarchitecture.com)

Negara ini juga mengeluarkan aturan tegas terkait penggunaan pengeras suara yang terlalu bising dari masjid. Pihak otoritas relijius Bahrain hanya mengizinkan pemakaian pengeras suara eksternal dari masjid untuk mendengungkan adzan. Sementara itu, Kementerian Kehakiman dan Urusan Agama Islam Bahrain memperbolehkan penggunaan adzan melalui pengeras suara eksternal masjid serta mewajibkan pemakaian pengeras suara internal apabila waktu ibadah dimulai. Menurut mereka, pemakaian pengeras suara eksternal masjid untuk keperluan ceramah dapat mengganggu suara adzan dari masjid lainnya.

3. India

5 Negara Ini Berlakukan Aturan Volume Pengeras Suara di Masjid
(Foto: .layoverguide.com)

Pemerintah India diketahui mengamati pemakaian pengeras suara yang belum memiliki izin di sejumlah masjid. Aturan mewajibkan volume pengeras suara di ruang umum memiliki batas maksimal 10 desibel di atas volume derau daerah sekitar atau setara dengan 5 desibel di atas volume bunyi di ruang personal. Ketentuan ini kabarnya sudah disepakati oleh ulama islam di India.

4. Malaysia

(Foto: flickr.com)

Malaysia diketahui mempunyai aturan volume pengeras suara yang berbeda-beda di tiap daerah. Di wilayah Selangor, pemerintah setempat melarang pemakaian pengeras suara eksternal di masjid untuk ceramah dan khutbah. Mereka hanya mengizinkan penggunaan pengeras suara eksternal untuk adzan serta pembacaan ayat suci Alquran. Menurut Dewan Kesultanan Selangor, aturan ini diciptakan untuk menjaga citra islam serta untuk melahirkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

5. Arab Saudi

(Foto: middleeastmonitor.com)

Kementerian Agama Islam Arab Saudi hanya memperbolehkan penggunaan pengeras suara eksternal masjid untuk keperluan adzan, salat Idul Fitri, salat Idul Adha, salat Jumat, dan salat minta hujan. Aturan ini kabarnya mulai digalakkan sejak tahun 2015. Pemberlakuan aturan ini dipicu oleh banyaknya keluhan dari warga yang mengeluhkan volume pengeras suara masjid yang terlalu bising.

Bagaimana tanggapan teman-teman SUKITA ID terhadap aturan penggunaan volume pengeras suara masjid yang dikeluarkan negara-negara ini?

#NegarayangMemberlakukanAturanVolumePengerasSuaraMasjid
#SUpayaKItaTAhu

Tags: Aturan Pengeras Suara, Masjid, SUpayaKItaTAhu. Terkini

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 shares