Teh Kouchun di China Hanya Boleh di Petik Oleh Wanita yang Masih Perawan

Teh Kouchun Hanya Boleh di Petik Oleh Wanita yang Masih Perawan

Sejarah teh kemungkinan berawal di barat daya China selama dinasti Shang berkuasa sebagai minuman obat. Dalam sebuah teks medis yang ditulis oleh Hua Tuo, pertama kali teh diperkenalkan ke pendeta dan pedagang Portugis pada abad ke-16. Kemudian pada abad ke-17 meminum teh menjadi kegiatan populer di Inggris.

Jadi di China teh merupakan hal yang biasa, karena sudah berabad-abad dilakukan oleh masyarakat China pada abad pertengahan. Dengan berbagai cara dan tradisi menanam maupun memetik agar teh memberikan rasa yang nikmat.

[ Baca Juga: Karena Ember, Dahulu 2 Kota di Italia Ini Pernah Berperang ]

Bahkan China sempat membuat heboh dunia dengan produknya ini lantaran menyuguhkan produk teh yang hanya dipetik oleh pekerja yang berstatus belum menikah atau masih perawan. Dan bukan tanpa alasan, selain karena dipercaya memiliki khasiat khusus, hal ini juga sudah menjadi sebuah tradisi yang turun temurun.

Dalam memilih karyawan untuk pengolahan teh unik ini, ternyata bukan cuma harus perawan saja, tapi ada satu syarat lain yang nggak kalah nyeleneh. Hal tersebut tak lain adalah ketika proses pemetikan daunnya yang mengharuskan memakai mulut. Jadi bisa dibayangkan ya susahnya bikin minuman ini. Belum lagi kalau ada ulat di situ hehe.

Selain soal perawan dan memetik daun teh pakai mulut, perusahaan minuman ini juga hanya menerima karyawan yang ukurannya C cup. Selain itu mereka juga tidak boleh memiliki bekas luka. Dan kemudian syarat penting lain adalah waktu-waktu khusus pemetikannya yang ternyata tidak sembarangan. Kalau dilihat-lihat susah juga ya jadi karyawan di sini.

Tags: China, Info Kuliner, Teh Perawan

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares