Prioritaskan Masalah yang Harus Ditangani

Salah dalam memutuskan masalah mana yang harus ditangani terlebih dahulu berpotensi menyebabkan munculnya masalah-masalah lain.

Adakalanya selama beberapa waktu tidak ada masalah yang berarti dalam hidup kita sehingga hari-hari dapat kita jalani dengan mudah dan menyenangkan. Namun terkadang ada banyak kerumitan yang terjadi bersamaan sehingga kita tidak tahu harus berbuat apa atau harus menyelesaikan masalah yang mana terlebih dahulu.

Ada seorang pengusaha kain tenun dari benang sutera yang memiliki tiga orang anak dan karena usianya sudah mulai uzur, maka ia ingin agar ke 3 anaknya untuk meneruskan usaha keluarga yang sudah turun temurun tersebut. Selama ini ketiga anaknya tersebut hanya membantunya menjaga toko dan dia mengurus sendiri mulai dari pembelian, persediaan, produksi, keuangan dan kepegawaian.

Dia kemudian memanggil 3 anaknya tersebut untuk mendekat dan memberikan masing-masing setumpuk benang sutera kusut kepada setiap anaknya untuk bisa diuraikan dan dia mengatakan bahwa yang bisa pertama menyelesaikan akan memimpin di toko tersebut. Segera 3 anaknya tersebut mulai berusaha menguraikan benang sutera kusut tersebut, namun setelah lebih dari 1 jam terlihat sukar sekali untuk meneruskannya.

Ketika si sulung dan si bungsu masih terus berusaha menguraikan benang sutera kusut tersebut, anak kedua menghentikan upayanya dan berkata kepada ayahnya bahwa tidak apa dia tidak menjadi pemimpin toko karena dia memilih untuk melayani pembeli, atau merapikan barang-barang di gudang daripada membuang-buang waktu menyelesaikan pekerjaan yang menurutnya sia-sia. Ayahnya bisa menerima keputusan anak ke 2 nya dan dia memutuskan untuk menyerahkan kepemimpinan toko kepadanya.

Ada saat-saat dimana seorang pemimpin mesti menuntaskan sendiri suatu masalah namun terkadang ketika tanpa diperkirakan muncul masalah baru yang memang lebih memerlukan kehadiran dirinya, maka dia harus segera menugaskan orang lain yang menurut perhitungannya akan mampu menangani masalah yang sudah ada.

 

Oleh: Husen Suprawinata
#1-menit iNSPIRASI

Tags: 1Menit Inspirasi

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares