Perempuan Selandia Baru Pakai Kerudung Untuk Mengenang Korban Teror di Christchurch

Perempuan Selandia Baru Pakai Kerudung Untuk Mengenang Korban

Kita tahu bahwa tragedi penembakan di dua Mesjid di Christchurch terjadi sepekan yang lalu. Mata dunia menyoroti kejadian tidak terpuji tersebut.

Pemerintah Selandia Baru selama seminggu pasca kejadian tersebut melakukan berbagai hal agar negaranya kembali tetap kondusif dan aman.

Perdana Menteri Jacinda Ardern dan sejumlah warga non-muslim hadir dalam memperingati tragedi tersebut dan melihat pelaksanaan ibadah Jumat.

[ Baca Juga: Tunjukkan Simpati dan Belasungkawa, Gerbang Kemayoran Berwarna Bendera Selandia Baru ]

Tak hanya itu, pada pukul 13.30 kumandang Adzan pun disiarkan ke seluruh Selandia Baru setelah itu mereka mengheningkan cipta secara nasional selama 2 menit.

Perempuan di Selandia Baru juga mengenakan kerudung untuk mengenang para korban teror yang menewaskan sebanyak 50 orang.

“Saya dengar beberapa perempuan Muslim takut keluar mengenakan hijabnya setelah penembakan itu dan saya pikir tak seharusnya ada orang yang takut menjadi diri sendiri atau mempraktikan kebudayaan atau kepercayaan mereka di Selandia Baru,” ucap Mal Turner dikutip dari CNN Indonesia.

Robyn Molony (65) warga setempat juga mengungkapkan, “Kami mengenakan kerudung untuk menunjukkan dukungan, kasih sayang, dan solidaritas kami dan berharap semuanya bisa melakukan hal yang sama terhadap para muslimah, mereka adalah bagian dari kami,” ucapnya.

Sementara itu Perdana Menteri Jacinda Ardern melarang penjualan senapan serbu dan semi-otomatis sebagai respons terhada aksi teror yang terjadi di Christchurch peka lalu. Siapa pun yang menyimpan senajata api kedepannya akan dikenakan denda hinga NZ$4.000 atau sekitar Rp 40 juta dan terancam tiga tahun penjara.

sumber: CNN Indonesia

Tags: Christchurch, Selandia Baru, Simpati, Teror

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 shares