Pemerintah Tambah Libur Nasional, Warga Jepang Malah Kebingungan

Pemerintah Tambah Libur Nasional, Warga Jepang Malah Kebingungan

Alih-alih senang, negara yang terkenal gila kerja ini justru malah bingung, mau ngapain ya pas liburan nanti. Enggak heran kalau budaya kerja berlebihannya itu justru bikin kasus karoshi atau meninggal karena terlalu banyak kerja semakin meningkat di sana. Tidak heran juga kalau karier masih menjadi prioritas warga di Jepang dibanding terburu-buru menikah.

Kasus karoshi akhirnya membuat pemerintah Jepang mengambil keputusan mencengangkan. Yakni, menambah jumlah libur nasional menjadi 10 hari. Hari libur itu diberikan pada saat bulan April-Mei kemarin.

[ Baca Juga: Pejabat Korup di China Simpan Emas Sebanyak 13,5 ton di Rumahnya ]

Tambahan libur nasional dadakan itu diberikan dalam rangka “Golden Week” atau Minggu Emas–serangkaian hari libur resmi yang biasa dimulai pada bulan Mei. Dikutip dari laman The Guardian, periode liburan panjang tahun ini dimulai sejak 27 April-6 Mei sekaligus menjadi liburan terpanjang di Jepang.

Tapi, bukannya senang dapat tambahan waktu libur, pegawai Jepang malah kebingungan. Hasil survei temuan dari surat kabar Asahi Shumbun yang dikutip oleh NDTV bahkan melaporkan, kalau 45 persen orang Jepang tak suka dapat libur panjang kayak kemarin. Orang yang senang dapat libur panjang hanya 35 persennya saja, sementara sisanya biasa saja.

Sumber: Kumparan

Tags: Info Travel, Jepang

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 shares