Nasi Uduk Gondangdia, Mulai Dari Pojok Stasiun Hingga Punya Beberapa Cabang

Mulai Dari Pojok Stasiun Hingga Punya Beberapa Cabang

Nasi uduk, beras yang dimasak dengan santan ini memiliki rasa yang amat gurih dan lezat. Sudah banyak penjual nasi uduk atau mereka yang memasaknya sendiri, namun sensasinya berbeda-beda.

Jika lelah sehabis pulang kerja, perut terasa amat lapar, rasanya ingin mencari makanan “berisi” dan sedap di lidah. Teringat Nasi Uduk Gondangdia yang dulu ada di dekat stasiun Gondangdia.

Ternyata, rumah makan yang ada sejak 1993 ini sudah pindah dari pojok seberang stasiun. Perjalanan menjadi cukup jauh karena harus menyusuri jalan di bawah rel kereta api dari stasiun gondangdia menuju stasiun cikini.

Lapar semakin menjadi-jadi dan sampailah di Jalan Cikini IV, Menteng, Jakarta Pusat. Rasanya lega sekali, sampai di rumah makan sederhana yang cukup luas itu. Apalagi setelah melihat berbagai macam lauk berbumbu tersedia di etalase kaca. Ada ayam, bebek, babat, empal, tempe, tahu, dan lauk gurih lainnya. Anda akan dibuat lapar mata, serasa ingin menikmati semuanya.

Mulai Dari Pojok Stasiun Hingga Punya Beberapa Cabang
(Foto: Tokeboy.co.id)

Tak lama, Anda disuguhi nasi yang dibungkus daun pisang dan dibentuk kerucut.
Selang beberapa menit kemudian, datanglah lauk pauknya yang sudah dibakar dan digoreng, ditambah sambal dan lalapannya. Hmm.. walaupun ramai, pelayanannya ternyata cepat.

Wangi nasi dan bawang gorengnya amat sedap di hidung. Babat goreng yang digoreng cukup kering, empuk sekali ketika digigit dan gurihnya bikin malas berhenti makan.

Di meja juga tersedia sambal bajak untuk lauk goreng dan bumbu yang diolah dari kacang dan terasi. Mencocol tahu dan babat goreng ke sambal dan bumbu lalu memakannya dengan nasi. Sedapnya!

Nasi sudah habis dan bebek bakar masih ada di piring, bungkusan nasi berikutnya menanti. Daging bebeknya kenyal, mungkin karena dibakar. Rasa manisnya pas dan gurihnya tetap ada. Makan malam hari itu amat mengobati rasa lapar.

“Bumbunya enak, khas. Rasanya juga gurih,” ungkap salah seorang pengunjung.

Rumah makan milik Hj. Hermalita, Harmon Kamil, dan Faizal Kamil ini memang sangat ramai dikunjungi setiap hari.

Kini, telah diwaralabakan dan mempunyai beberapa cabang di Jakarta, Manado, dan Medan. Total karyawannya yang ada di Cikini saja ada 25 orang, belum lagi yang ada di Bintaro, Cengkareng, Mangga Besar, dan tempat lainnya.

Harganya sesuai dengan rasa. Enak, tapi pas untuk ukuran pekerja kantoran. Bagi Anda yang ingin puaskan lapar, tak rugi jika mampir ke rumah makan yang buka tiap pukul 10.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB ini.

Tag: , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share