Nasi Pecel Cita Rasa Nganjuk Ada di Jakarta

Pada umumnya pecel berisi dengan berbagai sayuran, yang paling sering kita temui berisi toge, kangkung, kemangi, kacang panjang, dan di siram dengan sambal pecel. Yang membedakan nasi pecel dengan nasi pecel yang lain terletak dari sambal pecelnya.

Nah seperti beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi warung nasi pecel nganjuk di daerah barat Jakarta, tepatnya di Jalan Rosela Raya No. 185 Jelambar, Jakarta Barat persis di samping Rosela Indah Medical Centre. Oia, warung nasi pecel nganjuk buka pukul 10 pagi dan tutup pukul 4 sore, tapi terkadang jam 2 siang nasi pecelnya sudah habis.

Bertemu dengan sang pemilik Bu Winny Halim yang akrab dipanggil Bu Winny. Ia bersama suami menjalankan bisnis warung makannya yang baru berusia kurang lebih satu bulan. Meski baru berjalan satu bulan, pelanggan setia sudah ada di Warung Nasi Pecel khas Nganjuk ini, ucap wanita kelahiran Nganjuk, Jawa Timur.

Memang ada yang berbeda dari nasi pecel nganjuk bu Winny ini, seperti yang beliau ceritakan yang membedakan nasi pecel satu dengan yang lain adalah sambal pecelnya itu. Ternyata sebelum memulai bisnis warung nasi pecelnya, bu Winny sudah menjalankan bisnis jualan sambal pecel. Sambil menyantap seporsi pecel saya mendengarkan cerita bu Winny.

Sejarah Sambal Pecel Putri Tuntut

Ternyata awal mula memulai bisnis warung nasi pecel dimulai dari jualan sambal pecel terlebih dahulu, dan yang mendasarkan bu Winny menjual sambal pecel, karena selama di Jakarta bu Winny belum menemukan nasi pecel yang bercitra rasa seperti nasi pecel di kampung halamannya, Nganjuk.

Sambal yang ia ciptakan juga memiliki cerita tersendiri, sambal bernama “Sambal Pecel Putri Tuntut” ini memiliki tiga level rasa, seperti Sedang, Tidak Pedas dan Pedas. Sambal pecel ini awalnya diracik sendiri oleh beliau, dan dari komentar dan masukan sahabat-sahabatnya akhirnya ditemukanlah rasa yang ‘otentik’ bila kamu sedang menyantap sambal ataupun nasi pecelnya.

Berawal dari penjualan teman ke teman, sambal pecelnya juga jadi oleh-oleh untuk beberapa teman yang ke luar negeri. Untuk penjualan sambal pecelnya sendiri, masih di lakukan melalui facebook ataupun via whatsapp.

Mendapatkan respon yang positif dari sambal ciptaanya, bu Winny dan suami akhirnya membuka warung nasi pecel nganjuk, yang sekarang sudah memiliki pelanggan setia. Meski sedang bekerja di sebuah perusahaan, bu Winny tetap yang turun tangan dalam meracik sambal dan sayuran untuk pecel agar rasa dan kualitas tetap terjaga.

 

 

 

Tag: ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

33 shares