Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Siswa Jepang Sudah Capai Angka Tertinggi

Fenomena Kasus Bunuh Diri Pada Anak Muda Jepang

Fenomena bunuh diri dari kalangan anak muda Jepang memang sudah dikenal sejak lama. Bahkan selama 2016 s.d. 2017 tercatat sudah ada 250 anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah di Jepang melakukan tindakan bunuh diri.

Bahkan Kementerian Pendidikan Jepang pun tidak menapik persoalan tersebut, aksi bunuh diri anak-anak muda Jepang sudah mencapai angka yang tertinggi dalam 3 dekade terakhir. Angka tersebut lebih besar lima kali lipat dari tahun lalu dan yang tertinggi sejak tahun 1986.

Sempat heboh berita tentang kematian Manajer JKT48, Inao Jiro tahun lalu yang dikabarkan melakukan tindakan bunuh diri, dikarenakan beban pekerjaan yang berat sehingga pria Jepang ini melakukan tindakan tersebut, dilansir dari Tribunnews.com

Menurut data dari WHO, kasus bunuh diri di Jepang termasuk 16 negara dengan angka bunuh diri tertinggi, yaitu 18,5%. Dikutip dari Wasa-bi.com, tiap harinya di negara Jepang rata-rata 70 orang melakukan tindakan bunuh diri. Dan angka bunuh diri pada pria cenderung lebih besar 2,3 kali daripada wanita.

Faktor Penyebab Bunuh Diri

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan orang melakukan tindakan bunuh diri tersebut. Dilansir dari viva.co.id, permasalahan keluarga menjadi faktor pendukung dan rasa kekhawatiran terhadap masa depan, hingga orang tersebut berani melakukan tindakan bunuh diri dan penyebab yang melatarbelakangi angka bunuh diri dikalangan anak muda Jepang semakin tinggi.

Selain itu faktor yang menjadi penyebab melakukan tindakan bunuh diri adalah:

1.Membully/Mengintimidasi

Banyak kasus bully terjadi di lingkungan Sekolah dan kasus bully ini bisa jadi intimidasi secara fisik maupun mental. Tindakan bully tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah tapi juga bisa dilakukan di dunia maya.

2. Hikikomori (mengisolasi dari dunia luar)

Diperkirakan ada satu juta anak muda di Jepang yang menutup diri dari lingkungan luar sekitar mereka, dan kebanyakan melakukan tidakan bunuh diri dengan cara menggantungkan diri, lompat keluar jendela dan banyak mengkonsumsi obat tidur.

3. Masalah Keuangan

Ketika para pria merasa tak mampu lagi untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, mereka merasa putus asa dan akhirnya melakukan tindakan bunuh diri. Inilah mengapa angka pria bunuh diri lebih tinggi daripada wanita.

[Baca Juga : Jadi Pembicaraan Netizen, Benarkah Thalasya Robot yang Jadi Selebgram? ]

4. Ujian masuk Sekolah dan Perguruan Tinggi yang sulit

Anak-anak muda Jepang ini mendapatkan tekanan yang besar dan merasa cemas akan lulus atau gagal dalam ujian masuk yang membuat anak-anak muda Jepang tak tahan untuk melakukan tindakan bunuh diri.

5. Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan

Banyak anak-anak muda Jepang yang berfikiran bahwa jika mereka gagal mendapatkan pekerjaan hidup mereka pun gagal. Sehingga mereka cenderung merasa tertekan dan melakukan tindakan bunuh diri tersebut.

Namun tindakan bunuh diri di Jepang mengalami penurunan sejak tahun 2017 menjadi 21.000 dari 34.500 kasus pada tahun 2003. Tapi tetap saja pada tingkat bunuh diri pada anak tetap relatif tinggi.

 

Tag: , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 share